Logo Sulselsatu

DPRD Makassar Minta Pertamina Benahi Distribusi BBM dan Gas Melon

Asrul
Asrul

Minggu, 13 September 2026 13:29

Legislator PPP Makassar Umiyati. Foto/SS
Legislator PPP Makassar Umiyati. Foto/SS

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi B DPRD Makassar, Umiyati, mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengatasi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU serta kelangkaan LPG 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat.

Umiyati mengatakan, pemerintah perlu mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi agar segera menyelesaikan persoalan distribusi dan pelayanan BBM di Makassar maupun Sulawesi Selatan secara umum.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Makassar, Minggu 13 September 2026.

Baca Juga : DPRD Makassar Usul Pengisian BBM Truk Diatur Malam Hari untuk Kurangi Kemacetan

Menurut Umiyati, Pertamina harus membenahi persoalan internal yang diduga berkaitan dengan SPBU nakal dan praktik penimbunan BBM. Ia menilai, jika persoalan tersebut tidak ditangani, masyarakat akan terus menjadi pihak yang dirugikan.

“Pertamina sendiri itu tugasnya harus menyelesaikan permasalahan internalnya dengan SPBU nakal dan penimbunan BBM,” tegas Umiyati.

Ia juga menyoroti kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membuka ruang bagi penimbun untuk menjual gas bersubsidi dengan harga lebih tinggi, sehingga semakin membebani masyarakat kecil.

Baca Juga : DPRD Makassar Warning RSIA Paramount: Tak Beres 7 Hari, Bisa Berujung Penutupan

Umiyati meminta Pertamina memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan serta melakukan pengawasan terhadap penyaluran di lapangan.

Ia menilai, langkah penindakan perlu dilakukan apabila ditemukan pihak yang sengaja menimbun atau menyalahgunakan distribusi energi bersubsidi.

Bendahara Fraksi PPP DPRD Makassar itu bahkan mendesak adanya evaluasi terhadap pimpinan Pertamina apabila persoalan tersebut tidak kunjung terselesaikan.

Baca Juga : DPRD Makassar Siapkan Perda HIV/AIDS, Fokus Perkuat Pencegahan dan Tekan Stigma

“Kalau perlu dirut Pertamina copot saja kalau tidak bisa mengatasi masalah ini di Makassar secara khusus dan Sulsel secara umum,” ujarnya.

Umiyati menegaskan, pemerintah dan Pertamina harus segera menghadirkan solusi konkret agar antrean BBM tidak terus mengganggu aktivitas warga dan LPG 3 kilogram kembali mudah diperoleh dengan harga sesuai ketentuan.

Ia berharap pengawasan distribusi diperketat dan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti secara tegas.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News12 September 2026 22:25
Catut Nama Adat untuk Palang Seba-seba, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun
Rangkaian aksi pemalangan lahan di area konsesi pertambangan group Mining Industry Indonesia (MIND ID) di Seba-seba, Morowali yang selama ini diposisi...
Video12 September 2026 20:20
VIDEO: Polisi Sita 13 Drum Berisi 2.600 Liter Solar di Selayar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polisi menyita 13 drum berisi 2.600 liter solar bersubsidi yang diduga ditimbun di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulau...
Makassar12 September 2026 15:20
Polisi Sita 13 Drum Berisi 2.600 Liter Solar Diduga Ditimbun di Bontoharu Selayar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polisi menyita 13 drum berisi 2.600 liter solar bersubsidi yang diduga ditimbun di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kep...
Bisnis12 September 2026 08:12
New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV
Kehadiran New Veloz Hybrid EV mendapat respons positif dari pasar dan turut memperkuat posisi Toyota di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV)....