Logo Sulselsatu

Prof. Anas Iswanto Anwar Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Moneter Internasional Unhas

Andi
Andi

Selasa, 23 September 2025 10:43

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Anas Iswanto Anwar, SE., MA sebagai Guru Besar dalam bidang Ekonomi Moneter Internasional. Prosesi pengukuhan berlangsung pada Rapat Paripurna Senat Akademik Universitas Hasanuddin, Selasa (23/9/2025) pagi.

Dalam pidato pengukuhannya berjudul “Transformasi Paradigma Ekonomi Moneter Internasional: Dari Trilema Mundell ke Kuadrilema Digital”, Prof. Anas menekankan perlunya pembaruan kerangka analisis ekonomi moneter global di tengah disrupsi digital yang semakin meluas.

Menurutnya, sistem moneter internasional selama puluhan tahun telah menjadi fondasi perdagangan dan stabilitas ekonomi global. Salah satu landasan teoretis paling berpengaruh adalah Trilema Mundell, konsep yang menyatakan bahwa suatu negara hanya dapat memilih dua dari tiga tujuan kebijakan secara bersamaan, yakni: nilai tukar stabil, mobilitas modal bebas, dan kebijakan moneter independen.

Kerangka trilema ini lama menjadi acuan utama para pembuat kebijakan di dunia dalam menentukan pilihan antara sistem mata uang terikat, pengendalian modal, atau rezim nilai tukar fleksibel.

Namun, perubahan lanskap ekonomi global akibat revolusi digital melahirkan konsep baru: Kuadrilema Digital. Dimensi keempat dalam kuadrilema ini menekankan integrasi teknologi digital dan keamanan siber dalam kebijakan moneter internasional. Prof. Anas menjelaskan, dimensi baru tersebut menuntut kerangka analisis yang lebih komprehensif untuk menangkap interaksi antara kebijakan ekonomi, teknologi informasi, dan stabilitas finansial di era digital.

Dalam paparannya, Prof. Anas mengidentifikasi tantangan kontemporer seperti volatilitas aset kripto, risiko keamanan siber, dan fragmentasi digital lintas negara. Ia juga menawarkan solusi futuristik berbasis teknologi untuk mengelola dinamika tersebut.

“Transformasi dari Trilema ke Kuadrilema Digital menghadirkan tantangan baru sekaligus implikasi kebijakan yang signifikan bagi otoritas moneter, pemerintah, maupun lembaga keuangan global. Tantangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga fundamental, yang menuntut pemikiran ulang tentang bagaimana menjaga stabilitas, efektivitas, dan integritas sistem keuangan,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Anas menekankan bahwa pergeseran ini bukan sekadar perubahan teoretis, melainkan respons strategis terhadap realitas digital yang tak terelakkan. Inovasi finansial berbasis kripto, stablecoin, dan blockchain telah mendisrupsi model lama, sekaligus memperkenalkan variabel baru berupa kedaulatan moneter digital.

“Di era digital, stabilitas tidak lagi hanya soal kurs atau inflasi, tetapi juga mencakup keamanan jaringan, keandalan data, dan kepercayaan publik terhadap sistem moneter baru,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...