SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tabungan emas kini mulai dilirik generasi muda khususnya kalangan mahasiswa sebagai salah satu instrumen investasi masa depan.
Tabungan emas dari Pegadaian ini dinilai menjadi investasi yang aman dan menjanjikan.
Seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Nisa mengaku telah memulai menabung emas sejak Juni 2024 melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
Ia mengaku, alasannya memilih emas karena stabilitas harganya. Emas salah satu instrumen investasi paling aman, tidak gampang naik, tidak gampang turun.
“Melihat perkembangan emas yang cenderung naik dari tahun ke tahun semakin menguatkan alasan saya. Selain untuk keuntungan, tujuan saya menabung emas juga untuk mempertahankan nilai rupiah agar tidak terjadi inflasi,” tambahnya.
Nisa menjelaskan, pertama kali mengenal tabungan emas saat mengikuti seminar investasi. Setelah mengikuti seminar, ia memulai menabung emas dengan saldo Rp200 ribu.
Baca Juga : Pemprov Sulsel dan BI Sinergi Dorong Hilirisasi dan Peningkatan Kualitas Investasi
Menggunakan tabungan emas sebagai investasi masa depan juga dilakukan Astuti, mahasiswa Universitas Hasanuddin.
“Tabungan emas memudahkan investasi dengan nominal yang kecil. Jumlah tabungannya bisa disisihkan dari uang bulanan. Tidak ada batasan nominal tabungan, bisa menabung terus,” ujarnya.
Pegadaian Kanwil VI Makassar mencatat tabungan emas tembus 704 kilogram hingga posisi 15 September 2025. Jumlah ini tumbuh 46,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga : Pegadaian Edukasi Investasi Emas Lewat Tring! Golden Run 2026
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar Ngadenan menjelaskan, bukan hanya tabungan emas, masyarakat di wilayah Pegadaian Kanwil VI Makassar juga sudah mulai mengenal deposito emas.
“Total nasabah tabungan emas juga tumbuh. Jumlahnya mencapai 287 ribu, tumbuh 20,73 persen,” jelas Ngadenan.
Penulis: Nur Hafila (Mahasiswa PPL Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar