Logo Sulselsatu

PT Vale Raih Gold Award Asia ESG Positive Impact Awards 2025, Pelopor Pertambangan Peduli Alam dan Manusia

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 11 November 2025 16:56

PT Vale raih Gold Award Asia ESG Positive Impact Awards 2025. Foto: Istimewa.
PT Vale raih Gold Award Asia ESG Positive Impact Awards 2025. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com — Sebagai bagian dari MIND ID dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong hilirisasi serta pembangunan berkelanjutan di sektor energi dan sumber daya mineral, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menorehkan prestasi internasional.

Perseroan meraih Gold Award dalam kategori Biodiversity Conservation pada ajang Asia ESG Positive Impact Awards 2025 (PIA 2025) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan ini dianugerahkan untuk program unggulan PT Vale, Kehati Lutim Bersinergi, yang dinilai berhasil menjadi model nasional konservasi keanekaragaman hayati berbasis sains dan kolaborasi multi-pihak di kawasan tambang.

Baca Juga : Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia

Asia ESG Positive Impact Awards merupakan ajang penghargaan regional yang mengapresiasi perusahaan-perusahaan dengan dampak nyata terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola di kawasan Asia.

Tahun ini, sejumlah pemenang asal Indonesia tampil menonjol—termasuk PT Vale Indonesia, yang sebelumnya juga meraih Lestari Awards 2025 dari KG Media untuk program Kehati Lutim Bersinergi.

Kehadiran mereka di panggung Asia ESG PIA menegaskan pengakuan internasional terhadap kiprah Indonesia dalam mendorong praktik keberlanjutan.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Dalam keterangannya, Budiawansyah selaku Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia menyampaikan, bukan sekadar hadiah, penghargaan ini adalah panggilan untuk bertindak.

“Dunia membutuhkan pertambangan yang bertanggung jawab dan alam yang terjaga,” ujarnya.

“Kehati Lutim Bersinergi” — Dari Ekosistem Terdegradasi ke Model Nasional
Program Kehati Lutim Bersinergi merupakan inisiatif konservasi keanekaragaman hayati terpadu yang digagas oleh PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Program ini dirancang untuk memulihkan ekosistem pascatambang dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan nature-based solutions.

Melibatkan pemerintah daerah, akademisi, koperasi petani, dan masyarakat lokal, program ini memulihkan fungsi ekologis lahan dan menciptakan keseimbangan antara aktivitas tambang dan konservasi.

Fokus utama program meliputi reforestasi lahan pascatambang dengan spesies endemik Sulawesi seperti Dillenia serrata (Dengen), Diospyros celebica (Ebony), dan Kjelbergiodendron celebicum (Tembeuwa).

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Kemudian, konservasi satwa dan spesies endemik, termasuk Rusa Timorensis dan kupu-kupu Cethosia myrina melalui inovasi KOKKUBI (Konservasi Kupu-Kupu Binaan).

Lalu, Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas ±10.000 hektare di 13 kecamatan di luar konsesi tambang untuk menjaga ketahanan air dan mengurangi erosi.

Dan, yang terakhir adalah pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan, penyerapan tenaga kerja, dan pengelolaan persemaian endemik.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Program ini dijalankan secara bertahap, mulai dari riset dasar (2017–2019), desain dan uji inovasi (2020), hingga implementasi lapangan dan monitoring berkelanjutan (2021–sekarang).

Inovasi dan Dampak Nyata
Kehati Lutim Bersinergi menghadirkan inovasi yang menjadi terobosan di sektor pertambangan Indonesia.

Pertama, Metode Rootballed untuk Rehabilitasi Cepat. Bibit ditanam bersama tanah aslinya (rootball) untuk menjaga mikroorganisme alami, mempercepat pertumbuhan, dan memperpendek waktu pemulihan ekosistem hingga 3–4 tahun.

Kedua adalah KOKKUBI (Konservasi Kupu-Kupu Binaan). Rekayasa ekologis yang menciptakan habitat kupu-kupu Cethosia myrina dengan kombinasi tanaman inang dan tanaman nektar, serta desain mikrohabitat alami.

Hasilnya, PT Vale telah menanam lebih dari 4 juta pohon, merehabilitasi 10.000 hektare lahan kritis, dan meningkatkan indeks keanekaragaman hayati (Shannon-Wiener Index) flora hingga 3.0 dan fauna hingga 2.85—indikator ekosistem yang sehat dan stabil.

Selain itu, program penangkaran Rusa Timor bekerja sama dengan BKSDA telah berhasil membiakkan 55 individu sejak 2008, di mana sebagian telah dilepasliarkan ke habitat alamnya.

Sinergi Kolaboratif dan Kepemimpinan Berkelanjutan
Keberhasilan program ini tidak lepas dari komitmen lintas fungsi dan kemitraan berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan memberikan dukungan regulasi, sementara Universitas Hasanuddin berkontribusi dalam riset ilmiah dan pemantauan.

Koperasi petani seperti KSU Mitra Masyarakat Alam (MMA) menjadi pelaksana utama reforestasi dan persemaian, melibatkan lebih dari 300 warga lokal yang kini menjadi penjaga sekaligus pelaku konservasi.

“Keberlanjutan tidak bisa dilakukan sendirian. Melalui program ini, kami belajar bahwa sinergi antara sains, kebijakan, dan masyarakat adalah kunci menjaga bumi tanpa mengorbankan pembangunan,” jelas Budiansyah.

Dari Luwu Timur untuk Dunia
Keberhasilan Kehati Lutim Bersinergi mengantarkan PT Vale Indonesia menjadi penerima ganda penghargaan lingkungan 2025—baik di tingkat nasional melalui Lestari Awards 2025 maupun di panggung regional Asia melalui Asia ESG Positive Impact Awards 2025.

Kedua pengakuan ini menegaskan peran PT Vale sebagai pelopor pertambangan berkelanjutan yang memelihara alam dan manusia, sekaligus bukti bahwa inovasi konservasi berbasis komunitas dari Luwu Timur mampu memberi inspirasi hingga tingkat global.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...