Logo Sulselsatu

Marak Tawuran, Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar Gelar Diskusi Khamtibmas

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Selasa, 11 November 2025 15:52

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Akhir-akhir ini situasi di Utara Makassar sangat mencekam akibat maraknya tawuran antar kelompok yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tallo dan Polsek Bontoala. Konflik sosial yang berdampak terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tidak kondusif tersebut sangat merugikan, membuat masyarakat tidak merasa aman dan memicu kerugian materil maupun korban jiwa.

Hal tersebut turut menjadi perhatian Muhammadiyah Kota Makassar yang punya struktur sebanyak 22 Cabang di seluruh Kecamatan di Kota Makassar. Khusus Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala, ada Cabang Muhammadiyah Tallo, Mimbar, Bontoala dan Layang Parang Layang di dalamnya.

Dalam rangkaian Musyawarah Cabang Pemuda Muhammadiyah Layang Parang Layang, digelar dialog Khamtibmas bersama dengan Kapolsek Tallo dan Kapolsek Bontoala serta unsur pemerintah Kecamatan setempat di Warkop Zam-Zam, Jl. Ujung, Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala.

Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Akbar Supriadi dalam sambutannya mengajak seluruh unsur Pimpinan Cabang yang di wilayahnya terjadi Tawuran untuk mengambil peran dakwah kultural serta berkolaborasi dengan pemerintah dan kepolisian dalam menciptakan situasi khamtibmas yang kondusif dan positif aktif.

“Motto hidup kita adalah berlomba-lomba dalam kebaikan!, syaratnya harus jadi orang baik, punya niat baik, dan dilakukan dengan cara yang baik. Pertanyaannya, siapakah orang baik itu menurut Al-Qur’an? Merekalah yang dimaksud di dalam Q.S. Al-Imran : 134!,” ujar Akbar.

Akbar yang juga merupakan Tenaga Ahli DPR-RI Komisi III Bidang Penegakan Hukum itu menjelaskan, pertama, mereka yang mengambil peran saling berkontribusi, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, mereka yang tidak mudah tersinggung.

“Ketiga, mereka yang memaafkan kesalahan orang lain. Nah ayat ini cocok untuk kita refleksikan dalam konteks konflik sosial di Utara Makassar dan memposisikan peran dakwah kultural Pemuda Muhammadiyah sebagai Ormas Islam,” tuturnya.

Sementara itu, dalam paparannya Kapolsek Bontoala, Andi Aris berharap kepada Pemuda Muhammadiyah agar bisa menjadi bagian dari Kepolisian memberikan edukasi dan kesadaran kolektif di tengah-tengah masyarakat.

“Melalui forum ini, kami berharap peran serta Pemuda Muhammadiyah dalam melakukan pendampingan sebaya, aktif membangun komunikasi membantu kami memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga ketika ada persoalan hukum, minta perlindungan hukumnya kepada Polisi,” ucapnya.

Senada dengan hal itu, Syamsuardi selaku Kapolsek Tallo mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin, sudah banyak cara yang dilakukan. “Tetapi pada situasi tertentu memang kami tidak bisa berbuat apa-apa karena persoalan aturan. Apalagi kalau masyarakat tidak kooperatif membantu kami melakukan proteksi dini dan penegakan hukum,” imbuhnya.

Turut hadir Sekretaris Kecamatan Bontoala dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cabang Tallo dan Layang Parang Layang. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...