Logo Sulselsatu

PT Vale Mengukuhkan Stabilitas di Tengah Tekanan Pasar Global dengan Kinerja Operasional Andal

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 26 November 2025 10:49

Analyst Gathering PT Vale Indonesia. Foto: Istimewa.
Analyst Gathering PT Vale Indonesia. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTA — Di tengah tahun yang penuh tekanan pasar global, perubahan regulasi, dan tantangan operasional, perjalanan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari Mining Industry (MIND ID) justru menunjukkan ketahanan, kedisiplinan, dan transformasi yang semakin matang.

Pada Analyst Gathering hari ini, perusahaan memaparkan kisah kuat tentang bagaimana eksekusi strategis dan kepemimpinan operasional yang bertanggung jawab terus menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan dunia.

Kinerja Operasional yang Menguat dan Semakin Andal
Stabilitas operasi selama 3Q25 memperkokoh performa sepanjang tahun. Produksi nikel matte mencapai 19.391 ton, naik 4 persen dibanding triwulan sebelumnya, mendorong total produksi 9M25 menjadi 54.975 ton.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

Di balik angka ini terdapat perencanaan pemeliharaan yang lebih disiplin, intervensi teknis lebih awal, dan kerja tim yang tak mengenal lelah di site Sorowako.

Momentum tersebut tercermin dalam hasil keuangan yang solid. Pendapatan mencapai US$705 juta, EBITDA berada pada US$166 juta, dan laba bersih meningkat 3 persen menjadi US$52 juta.

Efisiensi di sisi pengadaan dan optimasi energi berhasil menurunkan cash cost nikel matte sebesar 5 persen, memperkuat daya tahan perusahaan terhadap tekanan eksternal.

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

Diversifikasi Bisnis Melalui Penjualan Bijih Nikel
Bisnis perusahaan semakin lincah melalui penjualan bijih nikel saprolit, yang mencapai 896.263 WMT hingga September 2025.

Langkah ini membuka sumber pendapatan baru, menguatkan margin, dan memberikan fleksibilitas komersial pada kondisi harga global yang menantang.

“Ketahanan finansial itu tidak datang begitu saja, melainkan dihasilkan dari kerja keras dan disiplin,” jelas Rizky Andhika Putra selaku Chief Financial Officer.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

“Dengan menata ulang struktur biaya, memperkuat modal kerja, dan membuka sumber pendapatan baru, kami mampu menjaga margin dan likuiditas. Memasuki 2026, prinsip kehati-hatian finansial akan tetap menjadi fondasi kami,” ujar Rizky.

Tantangan yang Diubah Menjadi Gerak Maju
Paruh pertama 2025 bukan tanpa tantangan, mulai dari gangguan furnace hingga tekanan kenaikan biaya regulasi. Namun alih-alih memperlambat langkah, perusahaan justru mempercepat eksekusi.

Jadwal pemeliharaan dipercepat ke 1H25, persiapan rebuilding EF3 dimajukan, dan kontrol biaya diperketat. Semua ini menyiapkan pijakan yang lebih kuat untuk 2H25 dan tahun 2026.

Baca Juga : Catut Nama Adat untuk Palang Seba-seba, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun

Keselamatan dan Komunitas: Komitmen yang Tidak Pernah Ditawar
Tidak ada capaian yang lebih penting dari keselamatan. Dengan zero fatality year-to-date, penurunan TRIFR menjadi 0,43 dan lebih dari 200 kontrol risiko kritis diverifikasi setiap hari, budaya keselamatan menjadi bukti kedisiplinan dan kepemimpinan yang kuat.

Kinerja Keberlanjutan yang Menguatkan Kredibilitas Indonesia
Serangkaian pengakuan nasional dan internasional seperti ENSIA Award, Lestari Award, ESG Business Award, Investortrust ESG Award, dan Subroto Award menggambarkan kekuatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan sosial.

Pencapaian besar lainnya adalah peningkatan Sustainalytics ESG Risk Rating menjadi 23,7, menjadikan perusahaan masuk dalam Top 15 perusahaan pertambangan berisiko ESG terendah di dunia.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi

Upaya menuju sertifikasi IRMA-50 juga terus berlanjut dan memasuki fase critical requirement improvement—penanda keseriusan dalam mematuhi standar pertambangan bertanggung jawab kelas dunia.

Kemajuan Bersejarah dalam Program Pertumbuhan US$9 Miliar
Empat mesin pertumbuhan besar yang ada di Pomalaa, Bahodopi, Sorowako Limonite, dan Tanamalia mencatat progres signifikan dan menjadikan ini salah satu investasi berorientasi energi bersih terbesar di Indonesia

Pomalaa (Ford & Huayou) mencatat progres tambang 43,71 persen dan HPAL 33,04 persen, Bahodopi (GEI): Progres tambang 89,7 persen dan HPAL 16,72 persen, Sorowako Limonite: Progres konstruksi 25,37 persen, serta Tanamalia: Studi kelayakan dan pemilihan mitra teknis berjalan baik.

Proyek-proyek ini akan menghasilkan “nikel yang tepat” kelas 1, rendah karbon, dan dibutuhkan oleh industri baterai kendaraan listrik global.

“Rangkaian proyek pertumbuhan ini bukan hanya investasi, tetapi kontribusi besar bagi negeri. Setiap persen progres, setiap milestones yang tercapai, dan setiap ton kapasitas baru adalah bagian dari ambisi bersama untuk membangun ekosistem nikel energi bersih yang terintegrasi di Indonesia,” tutur Muhammad Asril, Chief of Projects.

Eksplorasi Masa Depan untuk Menggandakan Cadangan
Rencana eksplorasi jangka panjang tengah disiapkan untuk membuka potensi mineral hingga 2,5 kali cadangan saat ini, mencakup lebih dari 118.000 hektare di Sulawesi Selatan, Tengah, dan Tenggara.

Mulai 2026, program pengeboran intensif—hingga 6.500 hole per tahun—akan memastikan keberlanjutan pasokan nikel strategis Indonesia di masa depan.

Arah 2026: Efisiensi, Keandalan, dan Transformasi Berkelanjutan
Tahun mendatang akan menjadi fase penting ketika perusahaan membentuk baseline biaya baru, meningkatkan keandalan operasi, dan memperkuat disiplin di tiga area operasi utama: Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.

Dengan ketidakpastian pasar yang masih terasa dan ekspektasi regulasi yang meningkat, fokus perusahaan memasuki 2026 sangat jelas: meningkatkan keandalan produksi, menjaga standar keberlanjutan tertinggi, mempercepat eksekusi proyek, dan menciptakan nilai bersama bagi Indonesia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...