Logo Sulselsatu

KPP Sulsel Ajak Perempuan Parlemen Hadirkan Kebijakan Pro Perempuan dan Anak

Asrul
Asrul

Selasa, 23 Desember 2025 16:10

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar seminar bertema pengasuhan positif dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar, Selasa (23/12/2025).

Seminar yang mengangkat isu peran perempuan parlemen dalam pengasuhan dan pembangunan keluarga itu menghadirkan narasumber Oki Asokawati serta psikolog Rukiana Novianti.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi.

Baca Juga : PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, mengatakan peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting bagi perempuan parlemen untuk merefleksikan peran strategis perempuan, baik di ruang publik maupun dalam keluarga.

“Hari ini ada dua agenda besar KPP, yakni seminar pengasuhan positif perempuan parlemen serta pelantikan pengurus Kaukus DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024–2029 dan kaukus DPRD kabupaten/kota. Kami juga mengucapkan selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu,” ujar Andi Rachmatika Dewi.

Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Cicu itu menilai perempuan memiliki peran penting dalam dinamika politik, terutama di tengah tantangan era digitalisasi.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat

Menurutnya, keberagaman latar belakang politik dalam Kaukus Perempuan Parlemen justru menjadi kekuatan dalam memperjuangkan kepentingan perempuan.

“Perempuan memberi warna dalam politik. Karena itu, perempuan di parlemen harus mampu memperjuangkan hak dan aspirasi perempuan, serta bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam menjalankan berbagai program,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Selatan periode 2025–2029, Andi Nirawati, menegaskan pentingnya memperkuat posisi perempuan dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan, baik di sektor sosial, ekonomi, maupun politik.

Baca Juga : Reses Ketua DPRD Sulsel Cicu di Pasar Terong, Warga Minta Solusi Banjir dan Pengaman Kanal

Ia mengungkapkan masih banyak perempuan yang belum mendapatkan ruang, perlindungan, dan keadilan yang memadai dalam berbagai aspek kehidupan.

“Sebagai perempuan Sulawesi Selatan, saya sering merasa prihatin melihat masih banyak perempuan yang belum mendapatkan ruang, perlindungan, dan keadilan yang layak. Hal inilah yang mendorong saya menerima amanah sebagai Ketua KPP Sulsel,” ujar Andi Nirawati.

Ia mengakui memimpin Kaukus Perempuan Parlemen bukanlah tugas yang ringan. Namun demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kerja bersama lintas partai, latar belakang, dan keyakinan.

Baca Juga : Andre Prasetyo Tanta Janji Kawal Aspirasi Warga Mangkura soal Posyandu dan Trotoar

Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan harus menjadi subjek strategis yang ikut menentukan arah kebijakan.

Ia menyebut berbagai kajian menunjukkan bahwa meningkatnya keterlibatan perempuan dalam politik dan ekonomi berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan sosial dan kualitas demokrasi.

“Negara-negara dengan keterwakilan perempuan minimal 30 persen terbukti mampu melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap isu pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga : Fauzi A Wawo Buka Akses Rumah Jabatan hingga Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat

Andi Nirawati menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan perempuan dalam ruang strategis bukan semata persoalan representasi, melainkan kebutuhan mendasar bangsa.

“Kebijakan yang lahir di Sulawesi Selatan harus benar-benar berpihak pada perempuan, anak, dan keluarga. Kita perlu menciptakan lingkungan yang adil, aman, dan manusiawi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kaukus Perempuan Parlemen harus menjadi gerakan kolektif, bukan sekadar wadah organisasi. KPP diharapkan mampu menyatukan pengalaman, data, dan praktik terbaik agar perempuan tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga pengambil keputusan.

“Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Selatan harus menjadi ruang kolaborasi lintas partai dan lintas latar belakang, tempat lahirnya tokoh-tokoh perempuan di tingkat daerah hingga nasional,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Ia pun mengajak seluruh perempuan parlemen dan mitra strategis menjadikan KPP sebagai ruang refleksi, pemikiran, dan aksi nyata demi menghadirkan kebijakan yang adil, inklusif, dan berkeadaban.

“Dengan kebersamaan, perempuan bisa menjadi kekuatan perubahan bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum08 Agustus 2026 23:56
Bupati Gowa Dikaitkan Tiga Kasus di Kepolisian, Satu Terancam Dijemput Paksa
SULSELSATU.com, GOWA– Bupati Gowa Husniah Talenrang dikaitkan tiga kasus hukum yang sedang berproses di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polr...
Politik08 Agustus 2026 18:53
Struktur Rampung, Ilham Ari Fauzi Serahkan SK 13 Ketua DPC PPP
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi, menyerahkan surat keputusan (SK) kepengurusan kepada 13 Dewan Pimpin...
News08 Agustus 2026 18:02
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur
PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pe...
Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...