Logo Sulselsatu

Universitas Bosowa Terima Tiga Profesor Baru

Asrul
Asrul

Kamis, 08 Januari 2026 20:42

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu akademik dan kontribusi keilmuan melalui pelaksanaan Orasi Ilmiah dan Penerimaan Profesor yang digelar di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Rabu, 7 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

Pada kesempatan tersebut, tiga profesor menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang keahliannya.

Baca Juga : Unibos dan MayBank Malaysia Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Kampus

Mereka adalah Prof. Andi Tenri Fitriyah yang mengulas isu ketahanan pangan dan pola konsumsi pangan alternatif, Prof. Chahyono yang menyoroti inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha ekonomi, serta Prof. Baharuddin yang memaparkan pemikiran mengenai tata niaga pertanian dan keberlanjutan usahatani.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Aksa Mahmud Melinda Aksa, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman, Ketua Senat Universitas Bosowa Prof. Batara Surya, Ketua Dewan Profesor Prof. Muhibuddin, Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud Asrul Hidayat, jajaran profesor, pimpinan fakultas, dosen, serta keluarga besar para profesor yang dikukuhkan.

Rektor Universitas Bosowa Prof. Batara Surya dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan tiga profesor baru tersebut menjadi penanda kemajuan institusi dalam memperkuat sumber daya akademik.

Baca Juga : Melalui EISC 2026, Prodi Teknik Listrik Poltekbos Siapkan Wakil Sulsel ke Kompetisi Nasional

Ia menyebut, saat ini Universitas Bosowa telah memiliki 38 profesor dan jumlah tersebut akan terus bertambah dalam waktu dekat.

“Pengukuhan ini adalah capaian institusional yang patut disyukuri. Ini juga menjadi pemacu semangat bagi dosen-dosen lain untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujarnya.

Menurutnya, pencapaian jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam pengembangan riset dan inovasi.

Baca Juga : Fakultas Hukum Unibos Gandeng UiTM Malaysia, Perkuat Kolaborasi Riset Internasional

Prof Batara menegaskan pentingnya peran profesor dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan bangsa.

Melalui orasi ilmiah yang disampaikan, para profesor menekankan pentingnya inovasi pangan alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan, pengembangan manajemen usaha berbasis inovasi dan digitalisasi, serta penguatan sistem pertanian berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pelaksanaan Orasi Ilmiah dan Penerimaan Profesor ini semakin memperkuat posisi Universitas Bosowa sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun tradisi akademik unggul, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada keberlanjutan dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis29 Juli 2026 14:53
Indosat Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) membukukan kinerja keuangan dan operasional yang positif sepanjang semester pertama 2026....
News29 Juli 2026 14:20
Pelindo Regional 4 Ajak Pengguna Jasa Cegah Penyuapan dan Fraud di Pelabuhan
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggandeng para pemangku kepentingan dan pengguna jasa untuk memperkuat budaya antipenyuapan dan antifrau...
Bisnis29 Juli 2026 13:59
Bukit Baruga Hadirkan Ekosistem Hunian Terpadu untuk Tingkatkan Kualitas Hidup
Bukit Baruga terus memperkuat posisinya sebagai kawasan integrated township di Kota Makassar dengan menghadirkan ekosistem hunian yang mengintegrasika...
Ekonomi28 Juli 2026 22:51
OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Indonesia Timur melalui digitalisasi dan ...