Logo Sulselsatu

Yayasan Arus Cahaya Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Rabu, 14 Januari 2026 18:32

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Upaya menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kearifan lokal, Yayasan Arus Cahaya Indonesia menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Ekoteologi Kebudayaan Siri’ na Pacce.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr H. Muhammad S.Ag, M.Ag. Diikuti oleh puluhan pendidik dan kepala madrasah tingkat ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah, serta pemerhati pendidikan. Dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan Kota Makassar, Rabu 14 Januari 2026.

Workshop ini menekankan pentingnya cinta sebagai fondasi kurikulum, bukan sekadar konsep emosional, melainkan nilai etik yang menumbuhkan kepedulian terhadap sesama manusia, alam, dan Tuhan. Pendekatan ekoteologi dipandang relevan dalam menjawab krisis lingkungan sekaligus krisis moral, dengan menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan ciptaan.

Kearifan lokal Siri’ na Pacce diangkat sebagai roh kebudayaan dalam penyusunan kurikulum. Nilai siri’ (harga diri dan martabat) dan pacce (empati serta solidaritas) dinilai sejalan dengan semangat pendidikan berbasis cinta yang mendorong peserta didik memiliki kepekaan sosial, integritas moral, dan keberanian membela nilai-nilai kemanusiaan.

Kepala Kementerian Agama H. Muhammad, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan keagamaan harus menjadi motor penguatan karakter, moderasi beragama, dan kepedulian ekologis. Menurutnya, kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan strategis untuk membentuk generasi yang religius namun tetap inklusif, berbudaya, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai lokal seperti Siri’ na Pacce merupakan kekayaan bangsa yang harus diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan.

“Kementerian Agama mendorong satuan pendidikan agar tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, keadilan, dan tanggung jawab sosial yang bersumber dari agama dan budaya,” ujarnya.

Dalam workshop ini, peserta diajak merumuskan desain kurikulum yang kontekstual dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal, spiritualitas, serta kesadaran ekologis ke dalam proses pembelajaran. Diskusi dan studi kasus disajikan untuk menunjukkan contoh konkret penerapan kurikulum berbasis cinta di sekolah, madrasah, dan ruang-ruang pendidikan masyarakat.

Ketua Yayasan Arus Cahaya Indonesia, Akbar Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang membebaskan dan memanusiakan.

“Kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan ekoteologi dan Siri’ na Pacce adalah jalan membentuk manusia seutuhnya: berilmu, berhati nurani, berbudaya, dan berkomitmen menjaga harmoni kehidupan,” ungkapnya.

Workshop diisi oleh narasumber M. Fadlan L Nasurung (Staf Rektor UIN dan aktivis kebudayaan) serta Ahmad Erwin (tokoh aktivis sosial dan pendidikan). Acara dipandu oleh Nurul Husna Al Fayanah (Kepala MI MDIA Bontoala dan Ketua Fatayat NU Kota Makassar)

Melalui workshop ini diharapkan lahir rekomendasi serta model kurikulum yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan sebagai bagian dari gerakan pendidikan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai lokal Nusantara. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...