Logo Sulselsatu

DPRD Sulsel Dorong Stabilitas Harga Ayam Broiler

Asrul
Asrul

Rabu, 14 Januari 2026 15:43

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi B DPRD Sulawesi Selatan kembali menggelar rapat dengar pendapat untuk menindaklanjuti isu kelangkaan ayam broiler yang sempat dikeluhkan masyarakat.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Paripurna Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, dipimpin Ketua Komisi B Andi Azizah Irma Wahyudiyati, Selasa (13/1/2026).

Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari anggota Komisi B DPRD Sulsel, organisasi perangkat daerah terkait, Satuan Tugas Pangan, Perhimpunan Peternak Ayam Pedaging, hingga perusahaan yang bergerak di sektor kemitraan ayam broiler.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

Anggota Komisi B DPRD Sulsel Heriwawan menjelaskan, RDP digelar sebagai respons atas fluktuasi harga dan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan ayam broiler di pasaran.

Melalui forum tersebut, Komisi B mempertemukan seluruh pemangku kepentingan agar persoalan dapat dibahas secara terbuka.

“Komisi B memfasilitasi pertemuan ini agar produsen, distributor, dan pemerintah duduk bersama mencari solusi terbaik,” kata Heriwawan, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Berdasarkan hasil pemaparan dalam rapat, Komisi B menyimpulkan bahwa ketersediaan ayam broiler di Sulawesi Selatan masih dalam kondisi aman.

Data dari P2AP menunjukkan kebutuhan konsumsi ayam broiler di Sulsel berada di kisaran 11 juta ekor per bulan, sementara kapasitas produksi dari perusahaan dan peternak mitra mencapai sekitar 20 juta ekor per bulan.

“Dengan angka tersebut, stok ayam broiler di Sulawesi Selatan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Meski stok dinilai aman, Komisi B menaruh perhatian serius pada pengendalian harga di tingkat konsumen. Heriwawan menegaskan, stabilisasi harga perlu dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga tanpa merugikan pelaku usaha, khususnya peternak dan UMKM.

“Harga harus dikendalikan. Jangan sampai memberatkan masyarakat, tapi juga tidak mematikan usaha peternak dan pelaku UMKM,” tegasnya.

Ia menambahkan, kelangkaan ayam broiler yang sempat terjadi pada November tahun lalu dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan DOC atau anak ayam. Faktor tersebut menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi dalam periode tertentu.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Dalam rapat itu juga terungkap bahwa perbedaan harga ayam broiler antarwilayah di Sulsel relatif tidak signifikan. Karena itu, Komisi B mendorong adanya upaya stabilisasi harga secara merata di seluruh daerah.

“Rekomendasinya, semua pihak sepakat untuk berkolaborasi agar masyarakat mendapatkan ayam broiler dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau,” kata Heriwawan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News28 Oktober 2026 11:39
PJM Perkuat Keselamatan Kerja Lewat Program SAIL
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komunikasi manajemen dan pekerja melalui Program SAIL (Speak, Assess, Integrate, Learn) Batch II yang digelar...
Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...