SULSELSATU.com, MAKASSAR – Survei terbaru mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif dan Nur Kanaah, mencapai 87,7 persen.
Capaian tersebut diraih setelah pasangan SAR–Kanaah memimpin Kabupaten Sidenreng Rappang sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Menanggapi hasil survei tersebut, Syaharuddin Alrif menyebut tingginya tingkat kepuasan publik merupakan buah dari kerja pemerintahan yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : Tabligh Akbar Sidrap Bahas Pilar Kejayaan Negeri, Hadirkan Ulama Internasional
“Ini karena kerja betul-betul terarah sesuai dengan harapan masyarakat. Di bulan kedua setelah saya dilantik, 14 program unggulan yang saya janjikan ke masyarakat sudah saya wujudkan,” kata Syaharuddin kepada Sulselsatu.com saat berada di Makassar pada Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, dampak dari program-program tersebut mulai dirasakan masyarakat sejak bulan kelima hingga bulan ke-12 masa kepemimpinannya. Hal itu tercermin dari berbagai indikator statistik yang dirilis lembaga terkait.
“Data ini bukan klaim saya. Ini data survei, tingkat kepuasan 87,7 persen. Artinya masih ada sekitar 10 persen yang belum puas, itu wajar. Yang kedua, angka kemiskinan di Sidrap saat ini menjadi yang terendah sepanjang sejarah daerah ini,” ujarnya.
Baca Juga : Ribuan Peserta Ikut Pawai Muharam, Sidrap Perkuat Citra Daerah Religius
Selain itu, Syaharuddin memaparkan sejumlah capaian lain, seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8 persen, peningkatan produksi sektor pertanian dan peternakan, penurunan angka pengangguran, serta kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“IPM kita naik dari 74 menjadi 75. Produksi panen jagung, padi, beras, dan telur sangat tinggi karena memang saya dorong masyarakat untuk berproduksi,” tutur pemilik tagline Saromase Sidenreng Rappang ini.
Menurut Syaharuddin, capaian tersebut tidak terlepas dari pengalamannya selama 10 tahun sebagai anggota DPRD Sulsel. Ia mengaku telah memahami persoalan mendasar yang dihadapi daerah jauh sebelum menjabat bupati.
Baca Juga : Syaharuddin Alrif Pastikan Dukungan Beasiswa bagi Anak Sekolah di Wilayah Terpencil
“Saya sudah tahu diagnosanya. Ini sakitnya apa, obatnya apa. Jadi begitu masuk jadi bupati, langsung eksekusi,” ucapnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Syaharuddin mengakui masih terdapat tantangan, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan irigasi untuk sawah tadah hujan. Ia menargetkan produksi gabah Sidrap bisa mencapai satu juta ton per tahun.
“Kalau nasional targetnya 17 juta ton, maka dari Sidrap kami targetkan kontribusi satu juta ton. Walaupun APBD terbatas, yang penting pendapatan masyarakat meningkat,” katanya.
Baca Juga : Syaharuddin Ajak Masyarakat Jaga Nilai Agama di Tengah Perkembangan Zaman
Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan masyarakat terlihat dari perputaran ekonomi daerah, khususnya dari sektor pertanian dan peternakan.
“Sebelum saya jadi bupati, hasil gabah sekitar Rp2 triliun. Sekarang sudah Rp4,6 triliun. Telur dari Rp400 miliar naik menjadi Rp1,6 triliun. Itu belum jagung, ayam, dan komoditas lainnya,” ujarnya.
Syaharuddin juga menekankan perubahan pola pikir petani di Sidrap yang kini mengarah pada pertanian modern.
Baca Juga : Bupati Sidrap Paparkan Strategi Jaga Stabilitas Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
“Satu hektar bisa menghasilkan Rp65 juta. Kalau tiga kali panen, itu sekitar Rp180 juta setahun. Dibagi 12, berarti rata-rata Rp15 juta per bulan. Petani sekarang itu petani modern, bukan petani tradisional,” katanya.
Dalam menjalankan pemerintahan, Syaharuddin menegaskan pentingnya disiplin dan etos kerja, khususnya di kalangan aparatur sipil negara.
“Semenjak saya jadi bupati, tidak ada liburnya orang di Sidrap. Semua harus bekerja optimal. ASN harus berdampak ke masyarakat, bukan hanya memikirkan dirinya sendiri,” tegasnya.
Ketua DPW NasDem Sulsel itu menegaskan bahwa capaian satu tahun kepemimpinan SAR–Kanaah telah dirasakan masyarakat, dan tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi agar manfaatnya terus berkelanjutan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar