Logo Sulselsatu

Termasuk Fadil Imran dan Mantan Suami, Keluarga Besar Ingatkan Bupati Gowa: Berhentilah Bersembunyi di Balik Manipulasi

Asrul
Asrul

Sabtu, 11 Juli 2026 21:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA– Keluarga besar Bupati Gowa Husniah Talenrang, mengeluarkan pernyataan sikap resminya terkait rentetan kasus dan kegaduhan yang berkembang di kabupaten bersejarah itu yang menyeret nama Husniah Talenrang belakangan ini.

Di depan sejumlah wartawan saat menggelar konfrensi pers yang berlangsung di kediaman keluarga besar Abdul Hamid Daeng Naba dan Sitti Siada Daeng Siang atau orang tua Husniah di Dusun Kaluarrang Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026) sore, tujuh saudara kandung Husniah kompak menyepakati poin-poin pernyataan sikap keluarga.

Pernyataan sikap resmi keluarga besar putra putri almarhum Abdul Hamid Daeng Naba dan almarhumah Sitti Siada Daeng Siang, dibacakan Zaky Ramadhan yang telah diberikan mandat menjadi juru bicara keluarga di konfrensi pers.

Baca Juga : Kumpulkan Data dan Bukti-bukti, Keluarga Besar Akui Bupati Gowa Telah Lakukan Penyimpangan Moral dengan BK

Sebelum membacakan pernyataan sikap keluarga, Zaky terlebih dahulu mengurai jika tujuh putra putri Abdul Hamid dan Sitti Siada atau semua saudara kandung Husniah, telah bertandatangan. Masing-masing, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, Mohammad Firdaus Daeng Manye (Bupati Takalar), Siti Hafsah, Muhammad Faisal Irfan, Muhammad Ilham, Siti Haerani dan Muhammad Yanuar Iswandi.

Selain itu, saat membacakan pernyataan sikap keluarga, ikut hadir saudara kandung almarhum. Termasuk mantan suami Husniah Talenrang, Khaerul Aco dan kuasa hukumnya, Sangun Ragaahdo.

Berikut isi pernyataan sikap keluarga:

Baca Juga : Bupati Gowa Dilaporkan Mantan Suami ke Polda Sulsel Diduga Beri Keterangan Palsu di Perkara Cerai

Hari ini, kami berada di Dusun Kaluarrang, Desa Manjappai, Kabupaten Gowa di tanah leluhur tempat kami dilahirkan dan dibesarkan.

Di tempat yang sakral bagi keluarga kami ini, orang tua kami, Almarhum H. Abdul Hamid Daeng Naba dan Almarhumah Hj. Sitti Siada Daeng Siang, senantiasa menanamkan falsafah hidup tentang integritas, kejujuran, serta kepatuhan pada nilai, norma, dan hukum.

Sebagai entitas sosial terkecil, keluarga adalah benteng pertahanan moral pertama ketika nama baik leluhur dan keluarga besar diseret-seret ke dalam pusaran dinamika politik praktis, serta Serta manipulasi informasi, maka mendiamkannya bukan lagi sebuah pilihan.

Baca Juga : Polisi Buru Pelaku Penikaman Pria hingga Tewas di TPA Makassar

Oleh karena itu, kami atas nama Keluarga Besar Putra-Putri Almarhum H. Abdul Hamid Daeng Naba & Almarhumah Hj. Sitti Siada Daeng Siang, menyampaikan pernyataan sikap resmi, jujur, dan terbuka demi kepentingan umum, sebagai berikut:

1. Sumpah Jabatan adalah Akuntabilitas Personal

Perlu dipahami secara utuh, hukum tata negara tidak pernah mengenal istilah pertanggungjawaban kolektif keluarga. Jabatan Bupati Gowa yang diemban oleh Saudari Husniah Talenrang (HT) adalah amanah publik yang sah, di mana sumpah jabatannya diucapkan secara personal di bawah kitab suci.

Baca Juga : Kejaksaan Mulai Usut Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KONI Makassar Rp15 M

Oleh karena itu, segala tanggungjawab moral, etika, keputusan tata kelola pemerintahan, hingga risiko hukum yang melekat di dalamnya wajib dipertanggungjawabkan secara personal oleh beliau sendiri, bukan menjadi beban paket keluarga besar.

Keluarga besar sangat menyayangkan dan menolak keras manuver politik dari kubu Saudari HT dan kelompoknya yang belakangan ini secara masif memproduksi framing, memanipulasi keterkaitan keluarga, serta memunculkan kembali dokumentasi lama, termasuk menyeret nama kakak beliau, seperti: Bapak M. Fadil Imran. Taktik “kamikaze politik” yang mencoba menyeret orang masuk ke dalam pusaran masalah ini demi menciptakan pengalihan fokus adalah tindakan yang tidak mencerdaskan publik.

Kami tegaskan dengan jelas Jangan jadikan nama besar keluarga sebagai tameng untuk berlindung dari konsekuensi etika kepemimpinan Anda, Saudari HT.

Baca Juga : PN Sungguminasa Kabulkan Permohonan Intervensi Pihak Ketiga dalam Gugatan Hak Angket DPRD Gowa

2. Hasil Validasi Keluarga: Kami Tidak Membenarkan Pelanggaran Etika dan Norma

Perlu diketahui oleh masyarakat luas, sikap tegas keluarga hari ini tidak diambil berdasarkan asumsi, desas-desus, atau kepentingan politik sepihak.

Selama satu tahun terakhir, pihak keluarga telah memfaktakan, mengumpulkan, dan memvalidasi runutan data serta temuan yang valid tanpa melangkahi proses hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Berdasarkan fakta-fakta objektif tersebut, keluarga besar menyimpulkan dan mempercayai telah terjadinya penyimpangan etika, moral, dan norma sebagai pejabat publik yang dilakukan oleh Saudari HT bersama Saudara Muhammad Basri (MB) atau BK. Kami melihat peran Saudara BK yang awalnya diperkenalkan secara profesional sebagai konsultan politik, telah bergeser terlalu jauh hingga mengintervensi urusan aparatur, kebijakan, hingga ranah pribadi yang merusak tatanan birokrasi pemerintahan di Kabupaten Gowa
Pihak keluarga sudah berulang kali mengingatkan, menegur, dan berupaya maksimal secara internal agar Saudari HT mengubah perilaku tersebut agar selaras dengan norma yang berlaku. Namun sangat disayangkan, dalam diskusi internal keluarga besar, Saudari HT justru berkeras membela Saudara BK.

Sikap membela penyimpangan, memutarbalikkan fakta, tidak berjiwa ksatria, serta melakukan kebohongan publik ini jelas bukan cerminan nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua kami, dan sama sekali tidak patut dicontoh oleh seorang pejabat publik.

3. Kami Menepis Isu Perlindungan dan Intervensi Hukum (Tidak Ada Backup)
Kami meluruskan narasi menyesatkan yang sengaja digulirkan oleh para buzzer di media sosial yang mengklaim seolah-olah ada back-up atau atensi khusus di Bareskrim Mabes Polri terkait polemik ini. Narasi “Bupati di-backup Jenderal” adalah kebohongan besar.

Bapak Fadil Imran secara institusional maupun pribadi berdiri tegak lurus pada aturan hukum yang berlaku. Tidak ada perlindungan, tidak ada pembelaan, dan tidak ada intervensi dari beliau maupun keluarga besar terhadap Saudari HT.

Tugas mengingatkan sebagai kakak dan keluarga besar sudah dilakukan secara maksimal. Sekarang, ini adalah jalan pilihan Saudari HT, maka silahkan dihadapi sendiri dengan segala risiko hukum maupun risiko sosialnya. Terkait dengan proses hukum sebagai dampak dari dinamika yang terjadi, kami serahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku secara objektif.

Kami juga memperingatkan secara tegas kepada oknum-oknum dengan inisial AJ, AR, RH dan AM yang kerap kali bermain drama di balik layar, mengatasnamakan keluarga, atau memanipulasi citra seolah bertindak demi kepentingan keluarga besar kami.
Hentikan tindakan tersebut, karena keluarga besar tidak pernah memberikan mandat kepada Anda sekalian dan tindakan Anda telah merugikan nama baik kami.

4. Dukungan Penuh pada Fungsi Pengawasan Konstitusional DPRD Gowa

Keluarga Besar menyatakan menghormati dan mendukung penuh bekerjanya Pansus Hak Angket DPRD Gowa sebagai instrumen konstitusional yang sah untuk menegakkan kebenaran dan memeriksa dugaan pelanggaran sumpah jabatan.Apa yang dilakukan oleh DPRD Gowa adalah pengejawantahan dari fungsi pengawasan demi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Pesan kami kepada Saudari HT dan Saudara BK: hadapilah panggilan Sidang Hak Angket dengan jiwa ksatria dan penuh tanggung jawab.
Berhentilah bersembunyi di balik bilik manipulasi, berhentilah memposisikan diri seolah-olah menjadi korban (play victim), dan berhentilah membuat kegaduhan yang merugikan masyarakat Gowa.

Sadarlah sebelum Anda disadarkan secara paksa oleh fakta-fakta hukum yang ada. Sampaikanlah kebenaran yang dilandasi dengan nilai-nilai kejujuran.

5. Persaudaraan Tidak Bisa Mengalahkan Kebenaran

Masyarakat Gowa yang kami hormati, bagi kami, Kebenaran berada di atas persaudaraan, dan integritas daerah berada di atas kekuasaan. Kami ikhlas atas segala konsekuensi logis yang harus terjadi ke depan, namun keikhlasan kami tidak berarti memaklumi atau membenarkan pelanggaran yang merusak tatanan daerah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gowa yang telah secara dewasa dan objektif menyikapi polemik ini.
Sebagai bagian dari tanah Gowa, keluarga kami siap menjadi garda terdepan untuk mendukung segala bentuk kebaikan, namun kami juga akan berdiri di garis paling depan untuk menentang penyimpangan etika demi menjaga kehormatan leluhur kami.

Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Gowa untuk menjaga situasi agar tetap kondusif, aman dan tidak mudah terhasut serta menyerahkan semua proses yang berlangsung kepada pihak-pihak yang berwenang.

Mari bersatu dalam kebenaran untuk kemaslahatan. Kebenaran akan menemukan jalannya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar12 Juli 2026 20:07
Munafri Dampingi Fadly Zon Tinjau Benteng Rotterdam Persiapan Revitalisasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meninjau kawasan Benteng Rotterda...
Olahraga12 Juli 2026 18:33
Disponsori Rudianto Lallo, Bagatak FC Juara Turnamen Sepak Bola Anak Rakyat Cup 1
SULSELSATU.com, GOWA – Bagatak FC berhasil menyabet juara satu pada turnamen sepak bola Anak Rakyat Cup 1 yang digelar di Lapangan Pemuda, Kecam...
Ekonomi12 Juli 2026 17:31
Reksa Dana Paling Banyak Dipilih Investor Sulsel, Tumbuh 68,49 Persen Satu Tahun Terakhir
Jumlah investor di Sulawesi Selatan terus meningkat dan mencapai 693.135 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 67,34 persen dibanding tahun...
Kesehatan12 Juli 2026 17:04
Hari Anak Nasional 2026, FK Unhas Gelar Bakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan Anak Gratis
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menggelar edukasi dan bakti sosial untuk menyambut Hari Anak Nasi...