SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jumlah investor di Sulawesi Selatan terus meningkat dan mencapai 693.135 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 67,34 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy).
Pertumbuhan investor tertinggi tercatat pada reksa dana yang tumbuh sebesar 68,49 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Baca Juga : OJK Kolaborasi Pemkab Sidrap Perkuat Akses Keuangan dan Pembiayaan Produktif
Tumbuhnya investor yang tinggi juga menunjukkan semakin kuatnya inklusi keuangan di daerah melalui pemanfaatan berbagai instrumen investasi yang tersedia.
Jumlah SID 693.135 pada April 2026 tumbuh 31,23 persen dibanding Desember 2025 sebanyak 525.596 investor.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulsel dan Sulsel (OJK Sulselbar) Moch. Muchlasin mengatakan, pertumbuhan paling tinggi terjadi pada instrumen reksa dana.
Baca Juga : OJK Bersama Komisi XI DPR RI dan Pemkab Barru Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
“Jumlah investornya mencapai 664.257 pada April 2026, meningkat dari 499.226 pada Desember 2025 dan melonjak 68,49 persen dibandingkan April 2025 yang berjumlah 394.238 investor,” kata Muchlasin dalam rilis resmi OJK pada Senin (29/6/2026) lalu.
Investor saham juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Jumlah investor saham mencapai 204.519 pada April 2026, naik dari 180.427 pada Desember 2025 dan meningkat 46,88 persen dibandingkan April 2025 yang sebanyak 139.242 investor.
Sementara itu, investor Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami peningkatan. Jumlah investor SBN mencapai 22.977 pada April 2026, naik dari 21.480 pada Desember 2025 dan tumbuh 25,22 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat 18.349 investor.
Baca Juga : Dukung Pengendalian Emisi, OJK Perbarui Aturan Perdagangan Karbon
Jika dibandingkan dengan akhir 2024, seluruh instrumen investasi menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Jumlah investor saham naik dari 128,450 menjadi 204.519, reksa dana meningkat dari 382.598 menjadi 664.257. Sedangkan investor SBN bertambah dari 17.938 menjadi 22.977.
Data tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus meningkat. Reksa dana menjadi instrumen dengan pertumbuhan investor paling tinggi, disusul saham dan SBN.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar