Logo Sulselsatu

Ekonomi Sidrap Melonjak, Jadi Juara Pertumbuhan se-Sulawesi Selatan

Asrul
Asrul

Jumat, 27 Februari 2026 19:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang atau Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat kinerja ekonomi paling moncer di Sulawesi Selatan sepanjang 2025.

Data resmi Badan Pusat Statistik menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi daerah tersebut menembus 7,71 persen, tertinggi dibandingkan 24 kabupaten/kota lainnya di provinsi ini.

Angka tersebut merujuk pada rilis terbaru BPS terkait Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan 2010 periode 2022–2025.

Baca Juga : Susuri Aka-akae, Talumae, dan Mojong, Syaharuddin Kawal Aliran Air untuk Sawah Petani

Jika ditarik ke belakang, perjalanan ekonomi Sidrap dalam delapan tahun terakhir terbilang dinamis. Pada 2018 pertumbuhan berada di level 5,02 persen dan sedikit melemah menjadi 4,65 persen pada 2019.

Pandemi Covid-19 pada 2020 membuat ekonomi terkontraksi hingga minus 0,59 persen. Namun, fase pemulihan mulai terlihat pada 2021 dengan lonjakan ke 5,54 persen.

Setelah itu, laju pertumbuhan kembali melambat di 2022 sebesar 4,86 persen dan turun lagi pada 2023 menjadi 3,28 persen. Tahun 2024 mulai menunjukkan perbaikan dengan capaian 4,05 persen sebelum akhirnya melonjak tajam di 2025 hingga 7,71 persen.

Baca Juga : Sidrap Perkuat Kerja Sama Perdagangan Antardaerah, Buka Akses Pasar Komoditas Unggulan

Capaian ini menjadi rekor tertinggi Sidrap dalam kurun delapan tahun terakhir sekaligus menempatkannya di posisi puncak pertumbuhan ekonomi se-Sulawesi Selatan.

Sebagai perbandingan, sejumlah daerah lain juga mencatat pertumbuhan tinggi pada 2025, seperti Kabupaten Luwu sebesar 7,43 persen, Kabupaten Wajo 7,16 persen, Kabupaten Gowa 7,04 persen, dan Kabupaten Jeneponto 6,59 persen.

Meski demikian, angka yang diraih Sidrap tetap menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi.

Baca Juga : Lawan Harga Telur Anjlok, Pemkab Sidrap Gaungkan Gerakan Makan 2 Butir Sehari

Lonjakan signifikan pada 2025 mengindikasikan adanya penguatan sektor-sektor unggulan daerah serta membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat.

PDRB atas dasar harga konstan sendiri menjadi indikator utama untuk melihat pertumbuhan riil suatu wilayah karena menggambarkan peningkatan produksi barang dan jasa tanpa terpengaruh inflasi.

Dengan capaian tersebut, Sidrap dinilai tidak hanya mampu menjaga momentum pemulihan pascapandemi, tetapi juga berhasil mempercepat akselerasi pertumbuhan hingga melampaui sebagian besar daerah lain di Sulawesi Selatan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...
Makassar27 Oktober 2026 21:16
KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Persoalan royalti dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang dibahas...