Logo Sulselsatu

Dari Sulawesi ke Dunia, PT Vale Perkuat Kepemimpinan Indonesia di Pusat Rantai Pasok Baterai EV Global

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 04 Maret 2026 21:34

Wilayah operasional IGP Morowali yang telah berhasil melakukan penjualan 2,2 ton ore pada awal 2026. Foto: Istimewa.
Wilayah operasional IGP Morowali yang telah berhasil melakukan penjualan 2,2 ton ore pada awal 2026. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Investasi pertambangan PT Vale Indonesia (PT Vale) pada tiga wilayah operasional di Sulawesi memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

57 tahun hadir di Indonesia, PT Vale telah menjalankan tiga proyek pertambangan nikel strategis. Sebarannya ada di Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako yang ada di Kabupaten Luwu Timur, IGP Pomalaa di Tenggara, dan IGP Morowali di Tengah.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Endra Kusuma menjelaskan, tambang nikel PT vale kini hadir di tiga provinsi. Di Pomalaa, proyeknya senilai US$4,5 miliar dan telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65 persen.

Baca Juga : SIBF 2026 Catat Potensi Investasi Rp9,64 Triliun, Komitmen Ekspor Capai Rp818,5 Miliar

Pada pabrik ini, PT Vale menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). PT Vale bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. (produsen baterai EV asal China) dan Ford (produsen mobil AS).

“Penjualan perdana bijih nikel IGP Pomalaa dilakukan pada akhir Februari 2026 yang menjadi penanda bahwa proyek tersebut mulai memasuki fase operasional yang lebih matang. Dengan kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting rantai pasok nikel Indonesia,” ujar Endra kepada media, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, proyek IGP Morowali memiliki nilai investasi US$2 miliar dengan progres mencapai hampir 99 persen. IGP Morowali telah mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore di awal 2026. Proyek PT Vale ini bermitra dengan GEM sebagai kerja sama strategis untuk meningkatkan nilai tambah nikel melalui teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Selanjutnya, IGP Sorowako memiliki pengembangan limonit senilai US$2,2 miliar, terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Pada proyek ini, PT Vale bermitra dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd (Huayou).

“Total investasi terintegrasi yang mendekati US$9 miliar ini bukan hanya memperkuat posisi PT Vale, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan energi bersih,” jelas Endra.

Bagi PT Vale, hilirisasi bukan hanya soal membangun pabrik dan meningkatkan volume produksi. Hilirisasi adalah tentang menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat tenaga kerja lokal, serta memastikan bahwa sumber daya alam benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Di tengah derasnya arus transisi energi global dan meningkatnya permintaan nikel untuk kendaraan listrik, Indonesia berada di posisi strategis. Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia memiliki sumber daya, melainkan bagaimana sumber daya itu dikelola.

Melalui investasi jangka panjang, disiplin operasional, dan standar keberlanjutan yang konsisten, PT Vale menegaskan satu hal: industri tambang dapat tumbuh tanpa meninggalkan tanggung jawabnya.

Sebagai produsen nikel terkemuka, PT Vale tidak hanya memainkan peran strategis dalam memasok mineral kritis yang dibutuhkan untuk mendukung transisi global menuju energi bersih. Namun, juga termasuk dengan kepemimpinan keberlanjutannya melalui peningkatan signifikan kinerja ESG (Environmental, Social, Governance).

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Penerapan ESG PT Vale bahkan melampaui standar global dalam pertambangan yang bertanggung jawab, transparansi, dan tata kelola yang kini menjadi fondasi utama dalam transisi energi dunia.

Dengan menjaga disiplin ESG yang kuat, PT Vale tidak hanya berkontribusi terhadap tujuan pembangunan nasional Indonesia, tetapi juga menyelaraskan operasinya dengan kerangka internasional seperti Inisiatif Jaminan Pertambangan yang Bertanggung Jawab (IRMA), Prinsip ICMM, dan Standar Kinerja IFC.

“Tonggak sejarah ini bukan hanya milik PT Vale, tetapi juga milik Indonesia,” kata Direktur Utama dan CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Keberhasilan PT Vale menunjukkan bahwa sektor pertambangan Indonesia mampu menjadi model pertumbuhan yang bertanggung jawab, memenuhi lonjakan permintaan global tanpa mengorbankan integritas lingkungan maupun sosial.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...