Logo Sulselsatu

Cuaca Ekstrem hingga Lonjakan Permintaan Disebut Jadi Tekanan Inflasi Sulsel

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 08 Maret 2026 16:28

Ilustrasi inflasi. Foto: Istimewa.
Ilustrasi inflasi. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSARBank Indonesia Sulsel mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi di Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu ke depan.

Faktor cuaca ekstrem, risiko banjir, serta peningkatan permintaan pangan saat periode hari besar keagamaan dinilai dapat memengaruhi stabilitas harga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, tantangan pengendalian inflasi terutama berasal dari sektor pangan.

Baca Juga : Program NSE CBP Rupiah dan Green PUR BI Sulsel Raih Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

“Ke depan kita perlu mewaspadai potensi tekanan inflasi pangan. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi bisa memicu banjir dan mengganggu produksi serta distribusi komoditas,” ujar Rizki saat BBM di Makassar, Jumat (20/2/2026)

Selain faktor cuaca, momentum hari besar keagamaan juga berpotensi meningkatkan permintaan bahan pangan. Dalam waktu dekat, periode Ramadan dan Idulfitri diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat.

“Permintaan pangan biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini bisa memberi tekanan pada harga,” jelasnya.

Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Dari sisi risiko bencana, sebagian wilayah di Sulawesi Selatan masuk kategori risiko banjir sedang. Kondisi ini dapat berdampak pada ketersediaan pasokan pangan jika terjadi gangguan produksi maupun distribusi.

Beberapa wilayah bahkan perlu mendapat perhatian khusus karena menjadi sentra produksi komoditas pangan penting. Gangguan produksi di daerah tersebut dapat memengaruhi pasokan di wilayah lain.

“Daerah sentra produksi tentu perlu menjadi perhatian bersama. Jika produksi terganggu, dampaknya bisa terasa pada distribusi dan harga pangan,” kata Rizki.

Baca Juga : Dukung Kajian IMTI 2026, BI Sulsel Dorong Penguatan Pariwisata Ramah Muslim

Bank Indonesia juga mencermati tren inflasi pangan pada awal tahun yang cenderung lebih tinggi dibandingkan periode lain. Pola ini biasanya terjadi karena faktor musim dan peningkatan konsumsi masyarakat.

Meski demikian, Rizki menegaskan berbagai langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.

“Koordinasi pengendalian inflasi akan terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan20 September 2026 14:37
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Dunia riset pelajar Sulawesi Selatan kembali menempatkan SMP Islam Athirah Makassar di panggung nasional....
News20 September 2026 13:57
Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74
KALLA memasuki usia ke-74 tahun dengan mengusung tema “Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow”....
News20 September 2026 11:28
PLN dan Lima Kantor Pertanahan BPN Tinjau Tapak SUTET 275 kV Palopo-Bakaru
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama lima Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan peninjauan lapangan un...
Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...