SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, turun langsung mengikuti panen padi musim tanam pertama di lokasi Brigade Pangan Makkoring, Desa Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa, Rabu (11/3/2026).
Panen padi itu turut dihadiri Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Andi Safari Renata, Camat Pitu Riawa Ali Husain, Kepala Bidang Tanaman Pangan Arif Gunawan Sukardin, serta Kepala Bidang Penyuluhan Muhammad Zainal bersama jajaran.
Sejumlah kepala desa se-Kecamatan Pitu Riawa juga hadir dalam kegiatan tersebut, bersama Kepala Puskesmas Lancirang, para kepala sekolah, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin menegaskan pentingnya kehadiran pemimpin di tengah masyarakat, termasuk merasakan langsung aktivitas para petani di lapangan. Menurutnya, momentum Ramadan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Ia mengaku terharu melihat semangat para petani yang tetap bekerja di bawah terik matahari demi menjaga produktivitas pertanian.
“Walaupun panas terik, masyarakat tetap bekerja dengan penuh semangat. Itu yang membuat saya sangat terharu,” ujarnya.
Baca Juga : Turnamen Domino Nene Mallomo Bupati Cup II 2026 Berakhir, Dev Walet/Dce Tekuk Wakil Parepare
Syaharuddin juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah desa, penyuluh pertanian, tenaga kesehatan, hingga unsur TNI dan Polri menjadi kekuatan penting dalam mencapai target pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur seperti jalan, jaringan listrik, maupun irigasi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
Ia memaparkan perkembangan harga gabah di Sidrap dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, harga gabah berada di kisaran Rp5.000 per kilogram, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp6.800 per kilogram pada 2025.
Dengan rata-rata produksi sekitar 5 ton, pendapatan petani yang sebelumnya sekitar Rp25 juta pada 2024 meningkat menjadi sekitar Rp34 juta pada 2025.
Pada tahun 2026, kata Syaharuddin, hasil panen bahkan bisa mencapai sekitar 8,9 ton dengan harga gabah Rp7.300 per kilogram. Dengan capaian tersebut, nilai produksi petani diperkirakan mencapai sekitar Rp64,9 juta.
Ia optimistis peningkatan produksi dan harga gabah dapat berdampak langsung pada kesejahteraan petani di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Baca Juga : Pemkab Sidrap Bahas Ekspansi PLTB 75 MW Bersama PT Barito Wind Energy
Selain membahas sektor pertanian, Syaharuddin juga menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat, antara lain menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kegiatan keagamaan di masjid, serta memperkuat kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah.
Ia juga mengajak anggota brigade pangan dan kelompok tani untuk aktif menggelar kegiatan Jumat Bersih di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin turut mengungkapkan bahwa Desa Lasiwala pada tahun ini telah mengalokasikan dana desa untuk pembangunan penerangan jalan. Pemerintah kabupaten, kata dia, juga akan memberikan dukungan melalui Dinas Perhubungan untuk pemasangan lampu jalan tambahan.
Baca Juga : Jaga Proyek Tetap Aman, Pemkab Sidrap Gandeng Jamkrindo
Sementara itu, Kepala Desa Lasiwala Abdul Rasad menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati Sidrap terhadap para petani di wilayahnya.
Ia mengungkapkan bahwa dua hari sebelumnya pihak desa telah menyampaikan kepada bupati mengenai rencana panen padi di wilayah tersebut. Kehadiran langsung bupati pada kegiatan panen itu pun dinilai menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat desa.
“Kami sangat bersyukur karena Pak Bupati bisa hadir langsung di tengah petani kami,” ujarnya.
Menurut Abdul Rasad, kehadiran bupati menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar