Logo Sulselsatu

Pemkab Gowa Kolaborasi IJTI Sulsel Rumuskan Strategi Hapus Kemiskinan Ekstrem

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 19 Maret 2026 21:54

Pemkab Gowa dan IJTI kolaborasi tekan angka kemiskinan ekstrem. Foto: Istimewa.
Pemkab Gowa dan IJTI kolaborasi tekan angka kemiskinan ekstrem. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan merumuskan strategi konkret untuk menekan angka kemiskinan ekstrem.

Sejumlah strategi ini dirumuskan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Gowa Maju: Gerak Bersama Hapus Miskin Ekstrem” di Baruga Tinggimae.

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, akademisi UIN Alauddin Makassar Prof Muhaemin Latif sebagai narasumber, serta Bahtiar M A Saleh sebagai moderator.

Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

Bupati Gowa menegaskan, persoalan kemiskinan sangat berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusianya.

“Berbicara kemiskinan berarti berbicara tentang SDM. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti gedung tinggi, jalan mulus, sarana pendidikan, dan kesehatan, tetapi yang paling utama adalah kualitas SDMnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa pada 2025 mencapai 7,04 persen, melampaui rata-rata Sulawesi Selatan sebesar 5,43 persen dan nasional 5,11 persen.

Baca Juga : Anak Buah Husniah Talenrang Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG, Langsung Ditahan di Polres Gowa

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 71,74 pada 2021 menjadi 74,22 pada 2025 dan masuk kategori tinggi.

“IPM yang tinggi menjadi modal utama bagi masyarakat miskin untuk keluar dari kemiskinan secara permanen melalui peningkatan keterampilan dan kesehatan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Gowa menghadapi tantangan dalam menekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Baca Juga : Hak Angket DPRD Gowa Resmi Bergulir, Ini Sejumlah Isu yang Disorot

Bupati Husniah menjelaskan, kemiskinan bersifat dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan kebijakan nasional.

“Kelompok miskin ekstrem merupakan masyarakat dengan pengeluaran di bawah garis kemiskinan ekstrem seperti keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan rumah layak huni,” katanya.

Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkab Gowa menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis by name by address, dengan fokus pada kelompok rentan di desil 1–5, seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, dan keluarga berpendidikan rendah.

Baca Juga : Pemkab Gowa dan BSI Hadirkan Rumah Layak Huni Bagi Keluarga Miskin Ekstrem

“Strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni penurunan beban pengeluaran melalui bantuan sosial dan subsidi, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan ekonomi dan UMKM, serta penyediaan infrastruktur dasar guna mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” sebutnya.

Sebagai implementasi, Pemkab Gowa menjalankan Program Gowa Massunggu melalui skema Orang Tua Asuh (OTA) yang menyasar 357 keluarga miskin ekstrem hasil verifikasi data P3KE.

Program ini didukung lebih dari 200 pihak, termasuk ASN, anggota DPR, dan perusahaan daerah, dengan total 43 intervensi lintas sektor.

Baca Juga : Pemkab Gowa Kolaborasi Lintas Sektor Bedah Ratusan Rumah Keluarga Miskin Ekstrem

Ketua IJTI Sulawesi Selatan Andi Mohammad Sardi menilai kolaborasi pemerintah dan media menjadi langkah strategis dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Sinergi ini penting untuk menghadirkan informasi yang akurat, edukatif dan berimbang kepada publik, sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan media mampu meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi berbagai pihak.

“Kami mendukung berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Kami harap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem serta mewujudkan Kabupaten Gowa yang semakin maju dan sejahtera,” harapnya.

FGD ini juga dihadiri perwakilan sejumlah OPD, pendamping desa, serta penerima manfaat dari kategori miskin ekstrem sebagai bagian dari upaya menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...
News03 Agustus 2026 18:21
PLN Dukung Kelestarian Ekosistem Pesisir Donggala Lewat Program Konservasi Penyu
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) beru...