SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menunjukkan ketahanan bisnis sepanjang 2025 meski menghadapi berbagai tantangan operasional dan tekanan harga nikel global.
Perusahaan tambang nikel ini tetap mencatat sejumlah capaian penting sekaligus menyiapkan strategi pertumbuhan untuk 2026.
Sepanjang semester pertama 2025, PT Vale menghadapi gangguan operasional yang memengaruhi stabilitas produksi. Namun, perusahaan berhasil membuka sumber pendapatan baru dengan mulai menjual bijih nikel dari Bahodopi pada Juli 2025, melengkapi bisnis utama nikel matte.
Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale
Langkah ini diikuti dengan kemajuan dalam negosiasi peningkatan nilai jual nikel matte serta keberhasilan mendapatkan premi penjualan bijih. Upaya tersebut menunjukkan strategi perusahaan dalam memperkuat pendapatan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Di sisi lain, PT Vale juga menghadapi ujian besar berupa insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025. Peristiwa ini menjadi momen penting bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab lingkungan dan keselamatan operasional.
Direktur & Chief Financial Officer Rizky Putra mengatakan, PT Vale tetap menjaga fokus pada praktik pertambangan berkelanjutan.
Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi
Hal ini terlihat dari pelaksanaan audit independen IRMA pada akhir 2025, serta peningkatan peringkat ESG dari Sustainalytics menjadi 23,7 per November 2025. Capaian ini menempatkan PT Vale sebagai salah satu perusahaan tambang dengan kinerja keberlanjutan terbaik di Indonesia.
Dalam aspek operasional, PT Vale juga memulai pembangunan kembali Furnace 3 pada November 2025. Proyek ini menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja produksi jangka panjang, meski dilakukan di tengah tekanan harga nikel global.
Memasuki 2026, PT Vale memperkuat fokus pada pengembangan proyek hilirisasi dan kemitraan strategis. Salah satu proyek utama berada di Pomalaa yang telah mencapai sekitar 60 persen pembangunan, termasuk penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung tahap awal.
Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026
Selain itu, proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) juga menunjukkan progres signifikan dengan tingkat konstruksi sekitar 50 persen. Proyek ini ditandai dengan kedatangan empat unit autoclave dan pemasangan unit pertama, serta ditargetkan mencapai tahap penyelesaian mekanis awal pada kuartal ketiga 2026.
Secara keseluruhan, PT Vale terus menjalankan strategi bisnis dengan disiplin keuangan, tata kelola yang kuat, serta komitmen terhadap keberlanjutan.
Dengan kombinasi ekspansi hilirisasi dan penguatan operasional, perusahaan optimistis dapat menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar