SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja perbankan syariah di Sulsel terus menunjukkan tren positif di tengah pertumbuhan sektor keuangan nasional.
Hingga Januari 2026, hampir seluruh indikator utama perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, dari sisi aset, perbankan syariah mencatat pertumbuhan sebesar 26,19 persen (year on year) pada Januari 2026.
Baca Juga : OJK Luncurkan PELITA Syariah, Libatkan Tokoh Agama Perluas Literasi Keuangan
Nilai asetnya perbankan syariah mencapai Rp21,2 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, aset perbankan konvensional hanya tumbuh sekitar 4,04 persen.
“Pada sektor Dana Pihak Ketiga (DPK), bank syariah juga menunjukkan kinerja kuat. DPK syariah tumbuh 23,61 persen (yoy) menjadi sekitar Rp14,6 triliun. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan DPK perbankan konvensional yang berada di kisaran 6,30 persen,” ujar Muchlasin.
Hal serupa terlihat pada sektor kredit atau pembiayaan. Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 25,16 persen (yoy) hingga Januari 2026, totalnya mencapai Rp17,9 triliun.
Baca Juga : OJK Catat 27,23 Juta Rekening Baru Selama BIK 2026
Sementara kredit perbankan konvensional hanya tumbuh sekitar 3,69%.
Meski secara nominal pangsa pasar perbankan syariah masih berada di kisaran 10 persen, tren pertumbuhan yang konsisten menunjukkan potensi besar sektor ini untuk terus berkembang di masa depan.
Dari sisi likuiditas, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan syariah tercatat sekitar 122 persen pada Januari 2026.
Baca Juga : OJK Kolaborasi DPR RI Edukasi Keuangan Masyarakat Maros
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional yang berada di kisaran 118 perse , menandakan tingginya penyaluran pembiayaan.
Sementara itu, tingkat risiko pembiayaan atau Non-Performing Financing (NPF) perbankan syariah justru lebih terjaga.
Pada Januari 2026, NPF tercatat sekitar 1,77 persen, lebih rendah dibandingkan kredit bermasalah perbankan konvensional yang mendekati 4 persen.
Baca Juga : OJK Raih Sertifikasi ISO untuk Pengawasan PPDP
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa perbankan syariah tidak hanya tumbuh lebih cepat, tetapi juga mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan baik.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar