Logo Sulselsatu

Kinerja Perbankan Syariah di Sulsel Kian Kuat, Aset dan DPK Tumbuh Dua Digit

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 24 Maret 2026 12:55

Ilustrasi kinerja perbankan syariah di Sulsel. Foto: Dok. Sulselsatu.com.
Ilustrasi kinerja perbankan syariah di Sulsel. Foto: Dok. Sulselsatu.com.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja perbankan syariah di Sulsel terus menunjukkan tren positif di tengah pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Hingga Januari 2026, hampir seluruh indikator utama perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, dari sisi aset, perbankan syariah mencatat pertumbuhan sebesar 26,19 persen (year on year) pada Januari 2026.

Baca Juga : OJK dan Kemenkes Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan, Dorong Biaya Layanan Lebih Efisien

Nilai asetnya perbankan syariah mencapai Rp21,2 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, aset perbankan konvensional hanya tumbuh sekitar 4,04 persen.

“Pada sektor Dana Pihak Ketiga (DPK), bank syariah juga menunjukkan kinerja kuat. DPK syariah tumbuh 23,61 persen (yoy) menjadi sekitar Rp14,6 triliun. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan DPK perbankan konvensional yang berada di kisaran 6,30 persen,” ujar Muchlasin.

Hal serupa terlihat pada sektor kredit atau pembiayaan. Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 25,16 persen (yoy) hingga Januari 2026, totalnya mencapai Rp17,9 triliun.

Baca Juga : Tujun Dekade Asuransi Astra, Gandeng OJK Ulas Perlindungan Konsumen

Sementara kredit perbankan konvensional hanya tumbuh sekitar 3,69%.

Meski secara nominal pangsa pasar perbankan syariah masih berada di kisaran 10 persen, tren pertumbuhan yang konsisten menunjukkan potensi besar sektor ini untuk terus berkembang di masa depan.

Dari sisi likuiditas, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan syariah tercatat sekitar 122 persen pada Januari 2026.

Baca Juga : OJK Sanksi Pelaku Pasar Modal, Denda Rp327 Miliar

Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional yang berada di kisaran 118 perse , menandakan tingginya penyaluran pembiayaan.

Sementara itu, tingkat risiko pembiayaan atau Non-Performing Financing (NPF) perbankan syariah justru lebih terjaga.

Pada Januari 2026, NPF tercatat sekitar 1,77 persen, lebih rendah dibandingkan kredit bermasalah perbankan konvensional yang mendekati 4 persen.

Baca Juga : 570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa perbankan syariah tidak hanya tumbuh lebih cepat, tetapi juga mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan baik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...