SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus meningkat. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah investor dalam beberapa tahun terakhir.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menunjukkan total investor pasar modal atau Single Investor Identification (SID) mencapai 525.596 investor pada Desember 2025. Jumlah ini tumbuh 31,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang percaya dan mulai berinvestasi di pasar modal. Mereka tidak lagi ragu untuk menempatkan dana pada instrumen seperti saham, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN).
Baca Juga : Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Dominasi Penyaluran Kredit Perbankan di Sulsel
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pertumbuhan investor terlihat konsisten dalam tiga tahun terakhir.
Pada Desember 2023, jumlah investor saham tercatat sekitar 102.305 investor. Angka ini meningkat menjadi 128.450 investor pada 2024, lalu naik lagi menjadi 180.427 investor pada 2025.
“Tren serupa juga terjadi pada instrumen lain. investor reksa dana masih mendominasi dengan jumlah 303.350 investor pada 2023, meningkat menjadi 382.599 pada 2024, dan mencapai 499.226 investor pada 2025,” kata Muchlasin dalam Journalist Update di Kantor OJK Sulselbar, Senin (9/3/2026).
Baca Juga : Kinerja Perbankan Syariah di Sulsel Kian Kuat, Aset dan DPK Tumbuh Dua Digit
Sementara itu, investor SBN juga naik dari 15.151 investor pada 2023 menjadi 17.938 pada 2024, lalu 21.480 investor pada 2025.
Dari sisi pertumbuhan, saham mencatat kenaikan tertinggi sebesar 40,46 persen. Reksa dana tumbuh 30,48 persen, dan SBN meningkat 19,75 persen.
Selain jumlah investor, nilai transaksi saham juga ikut meningkat. Pada Desember 2023, transaksi tercatat sekitar Rp18,84 triliun.
Baca Juga : Aset, Kredit, dan DPK Bank di Sulsel Meningkat pada Januari 2026
Nilai ini naik menjadi Rp22,64 triliun pada 2024, lalu kembali meningkat menjadi Rp41,87 triliun pada 2025.
Peningkatan jumlah investor dan transaksi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap pasar modal. Edukasi keuangan dan kemudahan akses investasi juga ikut mendorong tren ini.
Ke depan, Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong literasi keuangan agar semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat investasi. Dengan begitu, pertumbuhan investor di Sulawesi Selatan diharapkan terus berlanjut dan semakin merata.8
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar