Logo Sulselsatu

OJK Gelar Program SAKINAH Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Kewirausahaan Santri

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 11 Maret 2026 14:17

 Program SAKINAH OJK di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Foto: Istimewa.
Program SAKINAH OJK di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTAOtoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya para santri.

Upaya ini dilakukan melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta pada Selasa (10/3/2026), dan diikuti ratusan santri, asatidz, wali santri, serta pengurus pesantren.

Baca Juga : OJK Perpanjang Waktu Kewajiban Pelaporan SLIK Perusahaan Asuransi

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi yang mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, peningkatan literasi keuangan syariah sangat penting untuk mendorong generasi muda mampu mengelola keuangan secara sehat, inklusif, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan santri serta memperkuat kemandirian ekonomi umat.

“Santri memiliki peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” kata Ismail.

Baca Juga : LPS Perkuat Sinergi Perbankan di Sulsel, Dorong Penerapan GRC untuk Inklusi Keuangan

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, seiring jumlah penduduk muslim yang besar dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.

Menurutnya, literasi keuangan syariah menjadi kunci agar masyarakat mampu memahami serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah secara optimal.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PBNU KH Fahmi Akbar Idries menekankan, santri memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pemuka agama, tetapi juga sebagai wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga : OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana, Dorong Inklusi Keuangan dan Pendalaman Pasar

“Santri harus memiliki keberanian untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi umat. Literasi keuangan yang baik akan membantu santri memahami bagaimana mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Fahmi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi edukasi, mulai dari pengenalan keuangan syariah, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, hingga pengembangan kewirausahaan bagi santri. Sesi tersebut juga dilengkapi dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.

Pada kesempatan yang sama, OJK juga melakukan pembukaan akses keuangan syariah bagi santri secara simbolis serta meluncurkan Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah.

Baca Juga : Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI dan OJK Sasar Lima Kampus di Makassar

Modul ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Modul tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh jaringan sekolah di bawah lembaga pendidikan yang berada di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha serta CEO Pesantren Development sekaligus tokoh muda NU Rozi Ahmad.

Baca Juga : Perkuat Investasi Aman Bagi Generasi Muda, APRDI dan OJK Kampanyekan PINTAR Reksa Dana dan #ReksaDanaAja

Melalui program SAKINAH, Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai program edukasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesantren.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...
News01 Mei 2026 20:49
PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi bisnis jan...