SULSELSATU.com, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kiprahnya di dunia pendidikan tinggi. Dalam rilis pemeringkatan EduRank 2026, kampus ini menempati posisi 114 secara nasional, peringkat 2.999 di Asia, serta berada di urutan keempat di Kota Makassar.
Capaian tersebut menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan peringkat tertinggi di Makassar. Sementara tiga posisi teratas di kota ini masih didominasi oleh kampus negeri, yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan UIN Alauddin Makassar.
Di tengah persaingan tersebut, UMI mampu tampil sebagai PTS paling unggul, sekaligus mencerminkan iklim kompetisi yang dinamis antarperguruan tinggi di Makassar. Sejumlah kampus swasta lainnya juga terus berkembang, memperkuat kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Baca Juga : UMI Gelar Halal Bihalal dan Luncurkan Film TEKAD Sarat Pesan Sosial
Prestasi ini dinilai tidak hanya mencerminkan capaian angka semata, tetapi juga konsistensi UMI dalam menjaga kualitas tata kelola, menciptakan lingkungan akademik yang aman, serta menghadirkan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menegaskan bahwa hasil tersebut patut disyukuri, namun tidak untuk disikapi secara berlebihan.
“Capaian ini bukan semata-mata tentang peringkat. Ini adalah amanah dari masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Universitas Muslim Indonesia. Amanah ini yang harus kami jaga dengan kerja yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih berdampak,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Baca Juga : Rektor UMI Prof Hambali Thalib Sebut Media dan Perguruan Tinggi Tak Bisa Dipisahkan
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada UMI.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada UMI. Kepercayaan itu adalah energi terbesar kami untuk terus berbenah, memperbaiki diri, dan menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermakna,” lanjutnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Baca Juga : Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad Resmi Bergelar Doktor “Hak Angket” di UMI
“UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan. Oleh dosen yang terus mengajar dengan hati, tenaga kependidikan yang melayani dengan ketulusan, mahasiswa yang berjuang dengan tekad, serta seluruh keluarga besar UMI yang saling menguatkan,” jelasnya.
Ia pun menegaskan komitmen kampus untuk terus menjaga reputasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar UMI yang terus bahu-membahu menjaga reputasi, membangun sistem yang lebih baik, dan memastikan bahwa UMI semakin berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar