Logo Sulselsatu

PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 04 Agustus 2026 16:30

PT Vale produksi nikel selama semester pertama 2026 mencapai 29.773 metrik ton nikel. Foto: Istimewa.
PT Vale produksi nikel selama semester pertama 2026 mencapai 29.773 metrik ton nikel. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTAPT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat strategi hilirisasi nikel sekaligus mencatat peningkatan kinerja operasional pada semester pertama 2026.

PT Vale memproduksi 29.773 metrik ton nikel dalam matte hingga akhir Juni 2026. Kinerja ini didukung peningkatan produksi, ekspansi operasi, serta percepatan pengembangan proyek hilirisasi di Indonesia.

Pada triwulan II 2026, PT Vale menghasilkan 16.153 metrik ton nikel dalam matte, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang hanya 13.620 metrik ton.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

Capaian angka ini ditopang selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan, PT Vale tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keandalan operasional, serta optimistis mampu mencapai target produksi sepanjang tahun ini.

“Selain meningkatkan produksi nikel dalam matte, PT Vale juga memperkuat platform pertumbuhannya melalui tiga pusat operasi pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa,” kata Bernardus dalam rilis resmi yang diterima, Rabu (29/6/2026).

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada triwulan II 2026, meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya. Secara kumulatif, volume penjualan semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat penjualan 496 ribu wmt pada triwulan II 2026, melonjak dibandingkan 89 ribu wmt pada triwulan sebelumnya. Total penjualan selama semester pertama mencapai 585 ribu wmt.

Penguatan hilirisasi PT Vale juga ditandai dengan tibanya autoclave untuk Proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Sambalagi, yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

Komponen utama proyek tersebut tiba pada Juli 2026 dan diperingati melalui BNSI Autoclave Delivery Ceremony yang dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani.

Bernardus Irmanto menambahkan, kedatangan autoclave menjadi tonggak penting dalam pengembangan rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi

Ia menambahkan, PT Vale akan terus mempercepat pembangunan proyek HPAL yang mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku antara yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

Sejalan dengan peningkatan operasional tersebut, PT Vale juga membukukan kinerja keuangan yang lebih baik pada triwulan II 2026.

Perseroan mencatat EBITDA sebesar AS$116 juta, meningkat 45 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, laba bersih mencapai AS$61 juta, naik 39 persen dari AS$44 juta pada triwulan I 2026.

Baca Juga : PT Vale Tekankan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Fondasi Keberlanjutan

Selama periode tersebut, PT Vale merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar AS$116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasi sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis.

Hingga 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat AS$111 juta, turun dari AS$220 juta pada akhir Maret 2026. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi aktivitas investasi yang masih berlangsung.

Meski demikian, perseroan menegaskan tetap menerapkan alokasi modal yang prudent dan pengelolaan likuiditas secara disiplin guna menjaga ketahanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dengan peningkatan produksi, percepatan proyek hilirisasi, dan pertumbuhan kinerja keuangan, PT Vale optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama industri nikel nasional.

PT Vale juga menegaskan komitmennya mendukung agenda hilirisasi mineral pemerintah serta memperkuat rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...