Logo Sulselsatu

Pemprov Sulsel Siapkan Evaluasi PPPK, DPRD Minta Transparansi

Asrul
Asrul

Rabu, 01 April 2026 13:13

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat kerja untuk membahas kelanjutan nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang masa kontraknya segera berakhir.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi A Andi Anwar Purnomo bersama Wakil Ketua Edward Wijaya Horas dan dihadiri sejumlah anggota dewan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Erwin Sodding, turut hadir memberikan penjelasan terkait isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam forum itu, Erwin menepis kabar mengenai adanya kebijakan “merumahkan” pegawai. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

“Kami tidak pernah menyampaikan istilah ‘dirumahkan’. Yang ada adalah pegawai yang masa kerjanya berakhir dan akan dievaluasi,” ujar Erwin, Rabu (1/4/2026).

Data BKD Sulsel mencatat total 2.825 pegawai menjadi perhatian dalam pembahasan ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.542 pegawai akan segera mengakhiri masa kontraknya, 1.163 merupakan PPPK guru, dan 120 lainnya memasuki masa pensiun.

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa berakhirnya masa kontrak tidak serta-merta berarti pemberhentian. Setiap pegawai akan melalui proses evaluasi untuk menentukan kelanjutan masa kerja, dengan mempertimbangkan kinerja dan produktivitas.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Erwin menjelaskan, perpanjangan kontrak tidak dilakukan secara otomatis. Keputusan akan diambil secara selektif guna memastikan kualitas aparatur tetap terjaga. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengecekan langsung di lapangan sebagai bagian dari proses penilaian.

Khusus untuk PPPK guru, dilakukan pemetaan ulang agar penempatan tenaga pendidik lebih sesuai dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan. Melalui kebijakan ini, pengisian posisi tidak lagi harus melalui mekanisme seleksi terbuka.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Sistem tersebut dinilai mampu menekan biaya, termasuk mengurangi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk proses lelang jabatan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Meski demikian, sejumlah anggota dewan menyampaikan kritik. Anggota Komisi A, Fadriaty AS, menyoroti transparansi dalam pengangkatan pejabat yang dinilai belum optimal.

“Kami kaget karena tiba-tiba muncul pejabat baru. Masyarakat tahunya pengangkatan harus melalui lelang jabatan, sehingga perlu penjelasan yang terbuka,” katanya.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Hal senada disampaikan anggota Komisi A dari Fraksi PPP, Saharuddin. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan BKN sebelum kebijakan kepegawaian diambil.

“Perlu ada pelaporan dan konsultasi ke BKN sebelum kebijakan diambil, mengingat ada aspek kebutuhan pegawai dan kondisi ekonomi yang harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...
Makassar27 Oktober 2026 21:16
KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Persoalan royalti dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang dibahas...