Logo Sulselsatu

MBG Bukan Sekadar Program Gizi, Mentan Amran Sebut Gerakkan Ekonomi Desa

Asrul
Asrul

Rabu, 08 April 2026 16:13

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong kesejahteraan petani dan peternak di seluruh Indonesia.

Menurut Amran, program ini memiliki dampak luas karena melibatkan sekitar 160 juta pelaku sektor pertanian dan peternakan sebagai pemasok utama kebutuhan pangan.

Ia menilai, keterlibatan tersebut menjadikan MBG sebagai gerakan besar yang mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat desa hingga nasional.

Baca Juga : Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Mentan Amran Minta Kampus Fokus Hilirisasi Teknologi Pertanian

“Program ini bukan sekadar soal makanan bergizi, tetapi bagaimana petani dan peternak kita ikut merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Ia memaparkan, dampak positif program tersebut mulai terlihat dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP pada Februari 2026 mencapai 125,45, menjadi angka tertinggi sepanjang pencatatan.

Kenaikan tersebut mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani, di mana pertumbuhan pendapatan yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan pengeluaran mereka.

Baca Juga : Mentan Amran Ungkap Strategi Indonesia Keluar dari Ketergantungan Impor

Secara bulanan, NTP naik 1,50 persen, didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani yang melampaui kenaikan indeks harga yang dibayar.

Tren peningkatan ini juga terlihat konsisten sejak Maret 2025 hingga Februari 2026, menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan di sektor pertanian.

Amran menambahkan, subsektor hortikultura menjadi penyumbang kenaikan tertinggi, disusul sektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan yang juga menunjukkan tren positif.

Baca Juga : Di Forum PSBM XXVI, Amran Sulaiman Ajak Saudagar Bugis Makassar Perkuat Ekonomi Nasional

Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya permintaan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur MBG di berbagai daerah. Komoditas seperti beras, telur, daging ayam, dan sayuran menjadi penggerak utama peningkatan produksi.

“Dari hulu hingga hilir, semuanya terhubung. Petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil ikut bergerak dalam satu ekosistem,” jelasnya.

Selain mendorong produksi, program ini juga dinilai membuka peluang usaha baru serta memperkuat peran UMKM di sektor pangan, khususnya di wilayah pedesaan.

Baca Juga : Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Percaya Diri Jadi Lumbung Pangan Dunia

Kementerian Pertanian, lanjut Amran, telah menyiapkan berbagai dukungan untuk memastikan kelancaran program, termasuk menjaga ketersediaan stok pangan. Saat ini, cadangan beras nasional tercatat mencapai 4,6 juta ton, yang dinilai cukup untuk menopang kebutuhan MBG secara nasional.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan NTP tidak lepas dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

Amran optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga : Dampak Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Pangan Global

“Program ini memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik, sekaligus membuat petani dan peternak lebih sejahtera. Ini adalah upaya nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat,” katanya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel01 Agustus 2026 13:06
Bongkar Muat di Bahu Jalan Poros Mangadu Berulang, Warga Pertanyakan Penegakan Aturan
TAKALAR, SULSELSATU.com– Aktivitas bongkar muat sebuah toko bahan bangunan di Jalan Poros Mangadu–Lakatong, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Ta...
Hukum31 Juli 2026 23:11
Audit BPKP Sulsel Ungkap Kerugian Negara Rp 52 Miliar di Kasus Korupsi Bibit Nanas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ...
News31 Juli 2026 21:32
Rudianto Lallo Minta Kejati Sulsel Buka Kembali Kasus Dugaan Penyimpangan Dana JKN di RSKD Gigi dan Mulut
MAKASSAR, SULSELSATU.com – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) mengusut tuntas duga...
Video31 Juli 2026 21:24
VIDEO: Kebakaran Hebat di Tallo Makassar, 56 Rumah Warga Hangus Dilalap Api
SULSELSATU.com – Kebakaran terjadi di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026) pukul 01.26 WITA. Insiden itu menghanguskan 56 rumah mil...