Logo Sulselsatu

Legislator Sulsel Hamzah Hamid Minta Evaluasi Sistem Perizinan, Soroti Biaya “Tersembunyi”

Asrul
Asrul

Rabu, 08 April 2026 14:41

Anggota DPRD Sulsel Hamzah Hamid. Foto/SS
Anggota DPRD Sulsel Hamzah Hamid. Foto/SS

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Hamzah Hamid, melontarkan kritik tajam terhadap praktik perizinan yang dinilai masih berbelit dan tidak sepenuhnya transparan.

Mantan legislator DPRD Makassar ini bahkan mengaku mengalami langsung kesulitan dalam proses pengurusan izin, meski sistem telah berbasis digital.

Hal tersebut disampaikan Hamzah dalam rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025 bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga : Banggar DPRD Sulsel Dorong Rp18 Miliar untuk Tuntaskan Lahan Stadion Sudiang

Hamzah menegaskan, secara aturan proses perizinan saat ini sebenarnya tidak dipungut biaya. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal berbeda, di mana proses kerap dipersulit jika tidak melalui jalur tertentu.

“Secara aturan memang tidak ada biaya, tapi praktiknya tidak seperti itu. Birokrasi dibuat sulit, tapi bisa cepat kalau ada uang. Ini yang banyak dikeluhkan pelaku usaha,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengurus penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Menurutnya, meski seluruh dokumen telah lengkap, proses normal bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Baca Juga : PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur

“Kalau ikut prosedur normal, bisa tiga sampai empat bulan. Tapi kalau ada komunikasi tertentu, dua hari bisa selesai. Bahkan ada yang menyebut cukup bayar sekitar lima juta,” ungkapnya.

Hamzah mengaku prihatin dengan kondisi tersebut karena bertolak belakang dengan tujuan digitalisasi layanan perizinan yang seharusnya mempermudah masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti persoalan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dinilai semakin membebani masyarakat. Ia mengaku harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk jasa konsultan saat mengurus izin pembangunan sekolah.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat

“Saya sendiri mengurus izin bangunan untuk sekolah harus bayar konsultan sampai Rp30 juta. Ini kan urusan sosial, tapi biayanya besar sekali. Sementara retribusi ke daerah tidak seberapa,” katanya.

Menurut Hamzah, peran konsultan dalam pengurusan PBG saat ini justru menjadi celah baru yang memberatkan, apalagi tidak adanya standar biaya yang jelas.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk didorong hingga ke tingkat pusat untuk dilakukan evaluasi kebijakan.

Baca Juga : Reses Ketua DPRD Sulsel Cicu di Pasar Terong, Warga Minta Solusi Banjir dan Pengaman Kanal

“Provinsi harus menyuarakan ini ke pusat. Jangan sampai aturan yang ada justru menyulitkan masyarakat. Teknologi sudah maju, tapi praktik di lapangan masih seperti ini,” tegasnya.

Hamzah juga mengaku miris karena upaya membangun fasilitas pendidikan seperti taman kanak-kanak yang bersifat sosial justru terkendala biaya perizinan yang tinggi.

“Ini yang membuat kita sedih. Mau bangun TK saja harus keluar biaya besar untuk konsultan. Padahal ini untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga : Andre Prasetyo Tanta Janji Kawal Aspirasi Warga Mangkura soal Posyandu dan Trotoar

Politisi PAN ini berharap ke depan sistem perizinan benar-benar berjalan sesuai aturan, transparan, dan tidak menyulitkan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini paling terdampak.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional13 Agustus 2026 14:52
Telkom Kenalkan OCA di DTI-CX 2026, Solusi AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat transformasi digital melalui pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence ...
Pendidikan13 Agustus 2026 13:17
Makassar Marketing Festival 2026 di Kalla Institute Soroti Peran AI
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diperkirakan semakin mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja....
Ekonomi13 Agustus 2026 13:01
Samsung Hadirkan Galaxy Tab S10 FE Series dan Galaxy Tab S10 Lite, Pilihan Tablet untuk Beragam Gaya Hidup
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Samsung Electronics Indonesia menghadirkan dua pilihan tablet yang menyasar kebutuhan pengguna dengan aktivitas berbeda, ...
Makassar13 Agustus 2026 12:42
Di Bawah Plt Direksi, Kinerja dan Efisiensi PDAM Makassar Dorong Laba Lampaui Targe
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, laba...