SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Muhammad Rijal, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil meraih pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun 2026.
Rijal mengatakan, capaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan baru baginya, terutama karena ini merupakan kali pertama ia lolos dalam skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
“Ini pertama kalinya saya lolos hibah PDP. Rasanya tentu senang, tapi juga ada tantangan tersendiri. Ternyata, ketika kita menyusun proposal dengan niat memberi dampak langsung ke masyarakat, peluang untuk didanai itu terbuka,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga : Kolaborasi Pemkot Makassar dan ITB Nobel Diharapkan Lahirkan Inovasi Daerah
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak diraih secara individu semata, melainkan hasil dari dukungan kuat di lingkungan kampus, khususnya peran Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) ITB Nobel Indonesia.
Menurutnya, LP3M berperan aktif dalam mendampingi dan mengawal proses penyusunan proposal hingga tahap akhir.
“LP3M punya peran yang sangat besar. Mereka terus memberikan masukan, koreksi, dan pendampingan sehingga proposal yang kami ajukan bisa bersaing dengan ribuan proposal dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga : Mahasiswa ITB Nobel Indonesia Dapat Pelatihan Siklus Usaha Dasar di PLUT Sulsel
Rijal juga menegaskan bahwa proses kurasi dan standar tinggi yang diterapkan LP3M menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas proposal, khususnya bagi dosen pemula.
“Keberhasilan ini bukan kerja sendiri, tapi hasil kolaborasi. Saya sangat berterima kasih atas ketelitian LP3M dalam mengoreksi dan mengarahkan. Tanpa itu, sulit bagi proposal pemula untuk bisa lolos di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, tidak hanya Rijal, sejumlah dosen ITB Nobel Indonesia lainnya juga berhasil memperoleh pendanaan dalam berbagai skema yang disediakan pemerintah.
Baca Juga : Wisuda Nobel Indonesia Usung Tema Roblox, Rektor Ajak Alumni Bangun Dunia Mereka Sendiri
Tercatat, sembilan dosen lolos dalam skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), satu pada skema kerja sama antar perguruan tinggi (PKPT) dan pemberdayaan kemitraan masyarakat, tujuh pada skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), serta dua lainnya pada skema Penelitian Tesis Magister.
Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas riset dan pengabdian dosen di lingkungan ITB Nobel Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar