Logo Sulselsatu

Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Kekerasan Perempuan dan TPPO, Libatkan 200 Peserta

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 13 April 2026 11:23

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar pertemuan koordinasi dan kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Ainun, Senin (13/4/2026), dibuka oleh Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto. Hadir sebagai pemateri, Husmira Husain selaku fasilitator provinsi, serta diikuti sejumlah instansi.

Dalam laporan panitia, Chica Jamaluddin menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April 2026, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.

Chica menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antar lembaga serta instansi terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan TPPO.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan orang merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama.

“Pemerintah Kota Parepare berkomitmen memperkuat upaya promotif dan preventif melalui kebijakan terintegrasi, serta mendorong sinergi lintas sektor agar penanganan berjalan komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan peran keluarga, serta penyediaan layanan perlindungan yang cepat, responsif, dan berpihak kepada korban.

“Langkah ini bukan hanya menangani kasus, tetapi juga mencegah terjadinya kekerasan sejak dini,” tambahnya.

Hermanto berharap, melalui kegiatan ini, koordinasi antar instansi semakin solid sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Ia turut mengapresiasi DP3A Kota Parepare atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen menghadirkan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan.

“Kita harus memerangi perdagangan orang. Kegiatan ini harus menjadi prioritas agar mampu mencegah tindak kekerasan dan TPPO,” tegasnya.

Sementara itu, pemateri Husmira Husain mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap perempuan umumnya dipicu oleh ketimpangan gender serta terjadi dalam dua ranah utama, yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan di ruang publik.

Ia juga memaparkan data tahun 2025 di Parepare, tercatat sebanyak 118 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan, dengan dominasi kasus KDRT.

“Bentuk kekerasan meliputi fisik, psikis, seksual, dan lainnya,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Alfa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...