SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, kembali menjadi rujukan pengembangan sektor pertanian nasional.
Keberhasilan daerah ini dalam menerapkan sistem tanam modern dan pola Indeks Pertanaman (IP) 300 menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Rombongan Pemkab Malinau yang dipimpin Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, melakukan kunjungan studi tiru ke Sidrap untuk memelajari langsung strategi peningkatan produktivitas pertanian yang diterapkan di daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut.
Baca Juga : Tabligh Akbar Sidrap Bahas Pilar Kejayaan Negeri, Hadirkan Ulama Internasional
Kedatangan rombongan disambut Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah dalam kegiatan penanaman perdana Advance Agriculture System di area persawahan Kelurahan Majelling, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Wempi Wellem Mawa menegaskan bahwa kunjungannya memiliki tujuan strategis, terutama untuk membawa pengalaman dan teknologi pertanian Sidrap ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Malinau.
Ia mengatakan, keberhasilan Sidrap dalam menerapkan pola IP 300 menjadi perhatian khusus karena memungkinkan petani melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun.
Baca Juga : Ribuan Peserta Ikut Pawai Muharam, Sidrap Perkuat Citra Daerah Religius
Selain itu, penggunaan alat dan sistem pertanian modern dinilai mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani.
“Pengalaman yang kami dapatkan di Sidrap akan menjadi referensi penting untuk diterapkan di daerah kami, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Wempi.
Sementara itu, Syaharuddin Alrif menyambut positif kunjungan tersebut dan menyebut Sidrap terbuka untuk berbagi pengalaman dengan daerah lain dalam pengembangan sektor pertanian.
Baca Juga : Syaharuddin Alrif Pastikan Dukungan Beasiswa bagi Anak Sekolah di Wilayah Terpencil
Menurutnya, capaian pertanian Sidrap lahir dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan para petani yang terus berinovasi dalam meningkatkan produktivitas lahan.
“Pertanian adalah sektor strategis nasional. Karena itu, keberhasilan yang ada di Sidrap harus bisa menjadi inspirasi dan manfaat bagi daerah lain demi mendukung kedaulatan pangan Indonesia,” kata Syaharuddin.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar