Logo Sulselsatu

Telkom Tebar Dividen Jumbo, Jajaran Direksi Tetap Dipertahankan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 09 Juni 2026 17:39

Jajaran direksi Telkom dalam RUPST tahun buku 2025. Foto: Istimewa.
Jajaran direksi Telkom dalam RUPST tahun buku 2025. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengeluarkan keputusan strategis berupa pembagian dividen jumbo kepada para pemegang saham.

Telkom juga mempertahankan jajaran direksi seiring dengan fundamental bisnis yang kuat, sekaligus upaya menjaga momentum transformasi TelkomGroup.

Keputusan besar tersebut terjadi usai Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, Senin (8/6/2026).

Baca Juga : Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Rapat ini juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya seperti, persetujuan program buyback saham, hingga penyegaran susunan Dewan Komisaris.

Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun, di mana Rp17,8 triliun dana bersumber dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisanya sekitar Rp4,2 triliun diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya.

Pembayaran akan dilakukan paling lambat 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.

Baca Juga : TelkomGroup Luncurkan Empat Teknologi Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

Dia juga menegaskan, fundamental dan arus kas Telkom makin kuat meski menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025.

“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Baca Juga : Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Maksimal Rp4 Triliun

Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp4 triliun.

Buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, secara bertahap maupun sekaligus, dalam rentang waktu 12 bulan sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

Baca Juga : Telkom Tuntaskan Penataan Portofolio 24 Anak Usaha, 26 Lainnya Berproses

Sepanjang 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun.

Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi dalam rangka total governance reset, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap solid.

Telkom juga aktif merampingkan portofolio bisnis dengan melepas enam entitas non-core, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni lalu.

Baca Juga : Road to DTIIF 2026, Telkom Ungkap Kunci Adopsi AI Nasional

Di sisi pengembangan infrastruktur, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, seiring dengan dibukanya kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Perseroan juga bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.

“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Dian.

Terakhir, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan atas agenda transformasi dan dinamika industri digital.

Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama, didampingi empat Komisaris Independen yakni Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Sementara itu, jajaran Direksi tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama, didukung delapan direktur yang meliputi bidang Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine.

Kemudian, Direktur Human Capital Management: Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network: Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...