SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Bosowa (Unibos) membuka peluang kerja sama internasional melalui pertemuan strategis antara Founder Bosowa H.M. Aksa Mahmud dan jajaran pimpinan MayBank Malaysia.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 9 Universitas Bosowa ini, menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi untuk mendukung pengembangan institusi dan infrastruktur pendidikan.
Agenda tersebut difokuskan pada pembahasan berbagai peluang sinergi yang dapat memperkuat kapasitas Universitas Bosowa dalam jangka panjang, mulai dari pengembangan fasilitas kampus, penguatan ekosistem pendidikan, hingga perluasan jejaring internasional.
Baca Juga : Melalui EISC 2026, Prodi Teknik Listrik Poltekbos Siapkan Wakil Sulsel ke Kompetisi Nasional
Dalam pertemuan itu, H.M. Aksa Mahmud menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pembangunan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan.
“Kita tidak sedang membangun infrastruktur semata, tetapi membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan, relevan, dan mampu memberi dampak lebih luas. Infrastruktur harus menjadi penopang lahirnya kualitas pendidikan yang unggul,” ujar Aksa Mahmud, Sabtu 13 Juni 2026.
Ia menilai transformasi pendidikan memerlukan dukungan kolaborasi lintas sektor agar institusi mampu berkembang secara adaptif di tengah perubahan global.
Baca Juga : Fakultas Hukum Unibos Gandeng UiTM Malaysia, Perkuat Kolaborasi Riset Internasional
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Bosowa Education, termasuk unsur pengelola sumber daya manusia, yayasan, komunikasi, hingga pengelolaan keuangan dan teknologi informasi.
Dari pihak Universitas Bosowa, hadir langsung Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya bersama jajaran pimpinan universitas yang membidangi akademik, internasionalisasi, pengembangan usaha, perencanaan infrastruktur, serta pengelolaan institusi.
Rektor Universitas Bosowa Batara Surya mengatakan kolaborasi internasional menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas ruang pengembangan universitas di masa depan.
Baca Juga : Unibos Perluas Pengabdian Global, Berdayakan Anak Pekerja Migran di Malaysia
Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak hanya dipandang dari aspek dukungan fisik, tetapi juga bagaimana menciptakan inovasi, memperluas jaringan global, dan memperkuat kualitas institusi.
“Kami ingin setiap kolaborasi menghadirkan nilai tambah yang nyata, baik dalam pengembangan kapasitas akademik, inovasi, maupun peningkatan daya saing Universitas Bosowa secara global,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Mahasiswa, Alumni, Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Universitas Bosowa Prof. Nasrullah menyebut penguatan relasi internasional menjadi bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam membangun reputasi di tingkat global.
Baca Juga : Universitas Bosowa Terima Tiga Profesor Baru
Ia menilai kemitraan lintas negara dapat membuka ruang pengembangan yang lebih luas, termasuk pada aspek pendidikan, pengelolaan fasilitas, hingga pengalaman belajar mahasiswa.
Setelah sesi pertemuan, agenda dilanjutkan dengan peninjauan kawasan pengembangan kampus Universitas Bosowa di wilayah Daya.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan kawasan serta menyesuaikan arah pembangunan infrastruktur dengan rencana pengembangan jangka panjang yang telah disusun.
Baca Juga : Universitas Bosowa Panen Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025
Direktur Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur Universitas Bosowa, Dr. Syahril Idris, menjelaskan pengembangan kawasan diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu mendukung kebutuhan pendidikan ke depan.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Bosowa menegaskan komitmennya memperluas kolaborasi internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di era global.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar