SULSELSATU.com, JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan perilaku konsumen membuat cara masyarakat memilih smartphone ikut berubah. Jika sebelumnya spesifikasi seperti RAM, kamera, dan chipset menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin memperhatikan nilai jangka panjang sebuah perangkat, mulai dari keamanan data, dukungan pembaruan sistem operasi, hingga kemudahan kepemilikan dan layanan purna jual.
Perubahan tersebut didorong oleh semakin besarnya peran smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi alat komunikasi, perangkat ini kini digunakan untuk bekerja, belajar, membuat konten, menikmati hiburan, hingga menyimpan berbagai data pribadi yang bersifat sensitif.

Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno, mengatakan konsumen kini tidak lagi sekadar mencari teknologi paling baru, tetapi juga perangkat yang mampu memberikan pengalaman terbaik dalam jangka panjang.
“Kami melihat bahwa konsumen saat ini semakin cermat dalam menentukan pilihan. Ketika membeli smartphone, mereka tidak hanya mencari teknologi yang canggih, tetapi juga perangkat yang dapat mereka percaya untuk digunakan dalam jangka panjang,” ujar Yadi.
Menurutnya, Samsung terus berupaya menghadirkan perangkat yang tidak hanya unggul dari sisi teknologi, tetapi juga mampu memberikan nilai yang bertahan lama melalui pengalaman penggunaan yang lengkap, keamanan berlapis, serta dukungan pembaruan perangkat lunak hingga bertahun-tahun.
“Melalui pengalaman all-rounder, AI yang aman dan relevan, perlindungan Samsung Knox Vault, serta dukungan hingga tujuh generasi OS upgrade dan tujuh tahun pembaruan keamanan pada berbagai perangkat Galaxy, kami ingin memastikan perangkat Samsung tetap relevan, aman, dan nyaman digunakan selama bertahun-tahun,” lanjutnya.

Tiga Faktor Penting Sebelum Membeli Smartphone
Samsung menilai terdapat tiga aspek utama yang kini perlu menjadi perhatian konsumen sebelum memutuskan membeli smartphone baru.
1. Ketersediaan Produk yang Terjamin
Di tengah dinamika industri teknologi global, ketersediaan produk menjadi faktor yang semakin penting. Konsumen menginginkan perangkat yang mudah diperoleh sekaligus memiliki dukungan layanan dalam jangka panjang.

Samsung mengandalkan ekosistem global yang terintegrasi, mulai dari pengembangan semikonduktor, memori, perangkat, hingga layanan, untuk menjaga ketersediaan produk di pasar. Dengan demikian, konsumen dapat lebih mudah memperoleh perangkat yang dibutuhkan kapan pun diperlukan.
2. Pengalaman All-Rounder yang Tetap Relevan
Smartphone kini dituntut mampu memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus dalam satu perangkat. Mulai dari aktivitas profesional, pendidikan, hiburan, hingga kreativitas digital.

Untuk itu, Samsung menghadirkan pengalaman Awesome Intelligence dan Galaxy AI yang dirancang membantu produktivitas, komunikasi, dan kreativitas pengguna secara lebih intuitif.
Berbagai fitur AI on-device memungkinkan pemrosesan kecerdasan buatan dilakukan langsung di perangkat sehingga bekerja lebih cepat, lebih personal, sekaligus menjaga privasi pengguna.
Samsung juga membekali perangkat Galaxy dengan Samsung Knox Vault, sistem keamanan berbasis hardware yang melindungi berbagai data penting seperti kata sandi, informasi keuangan, hingga data pribadi dari berbagai ancaman siber.
Agar perangkat tetap relevan dalam jangka panjang, Samsung memberikan dukungan hingga enam generasi pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan untuk smartphone kelas menengah hingga entry-level, serta tujuh generasi pembaruan sistem operasi dan tujuh tahun pembaruan keamanan bagi lini flagship Galaxy.
3. Kemudahan Kepemilikan dan Layanan Purna Jual
Selain spesifikasi dan teknologi, konsumen juga semakin mempertimbangkan fleksibilitas dalam memiliki smartphone.
Samsung menyediakan berbagai program kepemilikan seperti cicilan, trade-in, cashback, hingga Samsung Finance+ agar masyarakat dapat memperoleh perangkat sesuai kebutuhan dengan skema pembayaran yang lebih ringan.
Dukungan tersebut diperkuat dengan jaringan layanan purna jual yang luas. Saat ini Samsung memiliki lebih dari 160 pusat layanan yang tersebar di 133 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, sehingga pengguna dapat memperoleh bantuan teknis maupun layanan perbaikan dengan lebih mudah.
Investasi Teknologi yang Bertahan Lama
Yadi menegaskan bahwa membeli smartphone kini bukan lagi sekadar membeli perangkat komunikasi, tetapi merupakan investasi teknologi yang diharapkan tetap memberikan manfaat selama bertahun-tahun.
Karena itu, Samsung berkomitmen menghadirkan produk dengan teknologi yang mudah diakses, keamanan yang kuat, pembaruan perangkat lunak jangka panjang, serta dukungan layanan yang luas.
“Kami memahami bahwa konsumen saat ini semakin bijak dalam mengelola pengeluaran. Karena itu, kami ingin memastikan lebih banyak masyarakat dapat menikmati teknologi Samsung dengan lebih mudah melalui berbagai pilihan kepemilikan yang fleksibel, ketersediaan produk yang terjaga, serta jaringan layanan purna jual yang luas. Dengan begitu, konsumen dapat merasakan pengalaman yang nyaman dan bernilai, sejak pembelian hingga bertahun-tahun kemudian,” tutup Yadi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar