SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kawasan pesisir Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, yang sebelumnya rentan terhadap abrasi dan banjir rob kini mulai menunjukkan wajah baru.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi berhasil menghadirkan rehabilitasi mangrove yang memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Program tersebut dilakukan di atas lahan seluas 2,7 hektare yang sebelumnya merupakan area tambak terdegradasi dan kehilangan fungsi ekologisnya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Ajak Warga Kaluku Bodoa Siaga Kekeringan dan Kebakaran
Kondisi tersebut membuat kawasan pesisir semakin rentan terhadap kerusakan lingkungan dan pengikisan daratan akibat gelombang laut.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir, PLN UIP Sulawesi tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat pesisir, nelayan, dan pengelola tambak dalam proses pemeliharaan hingga pengawasan pertumbuhan tanaman.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Baca Juga : PLN Inventarisasi Lahan SUTET Wotu–Bungku untuk Perkuat Sistem Kelistrikan Sulawesi
Perjalanan rehabilitasi mangrove tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Gelombang laut dan genangan air sempat menyebabkan sebagian bibit mangrove tidak bertahan.
Namun melalui pemantauan berkala, PLN UIP Sulawesi melakukan penyulaman serta penyesuaian jenis tanaman yang lebih sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbanyak penanaman mangrove jenis Avicennia yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi pesisir terbuka.
Baca Juga : PLN Siapkan PLTMG Selayar 10 MW untuk Perkuat Kelistrikan Wilayah Kepulauan
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga November 2025, tercatat sebanyak 5.401 pohon mangrove tumbuh dengan baik atau memiliki tingkat kelangsungan hidup sekitar 77 persen.
Keberadaan mangrove yang terus berkembang kini membantu mengurangi laju abrasi, melindungi daratan pesisir, memperbaiki kualitas lingkungan perairan, serta mendukung pemulihan ekosistem di kawasan tersebut.
Selain manfaat lingkungan, dampak sosial program juga mulai dirasakan masyarakat. Warga tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut berperan sebagai penjaga keberlanjutan kawasan mangrove yang telah direhabilitasi.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran
Program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas serapan karbon biru (blue carbon) dengan estimasi mencapai 18,9 ton CO₂e per tahun.
Komitmen PLN UIP Sulawesi dalam menjalankan program TJSL yang berdampak positif tersebut mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan Platinum Alignment pada ajang Indonesia Green Awards 2026.
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, rehabilitasi mangrove di Jeneponto menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Kembangkan Bank Sampah Pelita Bangsa, Dorong Ekonomi Sirkular di Makassar
“Bagi kami, TJSL bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi bagian dari komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Program rehabilitasi mangrove di Jeneponto menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga alam dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Menurut Aditya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pemangku kepentingan lainnya.
“PLN UIP Sulawesi akan terus menghadirkan program-program TJSL yang relevan, berdampak, dan menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerja kami,” katanya.
Kini, akar-akar mangrove yang tumbuh di pesisir Tonrokassi Timur tidak hanya menjadi pelindung alami dari ancaman abrasi, tetapi juga simbol harapan baru bagi terciptanya pembangunan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar