Logo Sulselsatu

Hadiri Padungku Desa Nikkel, Pimpinan dan Anggota DPRD Luwu Timur Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Redaksi
Redaksi

Sabtu, 04 Juli 2026 15:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR — Suasana kebersamaan masyarakat Desa Nikkel, Kabupaten Luwu Timur, semakin terasa dalam perayaan Padungku atau pesta panen yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Paruge, bersama Anggota DPRD Luwu Timur, Yusuf Pombatu.

Padungku menjadi salah satu tradisi masyarakat yang memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat. Perayaan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat setelah melalui rangkaian proses pertanian hingga memperoleh hasil panen. Selain itu, Padungku juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berbagi kebahagiaan, serta mempererat hubungan antarsesama.

Jihadin Paruge menyampaikan penghargaan atas konsistensi masyarakat Desa Nikkel dalam mempertahankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat secara turun-temurun.

Menurutnya, keberadaan tradisi lokal perlu mendapat perhatian bersama karena di dalamnya terdapat berbagai nilai positif yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat saling membantu dan kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan Padungku dinilai menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dipelihara.

“Tradisi seperti Padungku memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat. Di dalamnya ada rasa syukur, kebersamaan, dan semangat untuk saling membantu. Nilai-nilai seperti ini harus terus kita jaga,” ujar Jihadin.

Ia juga berharap pelaksanaan Padungku tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Luwu Timur kepada generasi bErickutnya.

Hal senada disampaikan Yusuf Pombatu. Ia menilai keberlangsungan sebuah tradisi sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Karena itu, generasi muda perlu dibErickan ruang untuk mengenal dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan budaya yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Generasi muda harus mengetahui bahwa daerah kita memiliki banyak tradisi yang bernilai. Padungku merupakan salah satu warisan yang perlu dijaga agar tetap dikenal dan dilaksanakan oleh generasi mendatang,” ungkap Yusuf.

Sebagai wakil masyarakat di lembaga legislatif, Yusuf menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang membErickan manfaat bagi kehidupan sosial sekaligus memperkuat karakter dan identitas budaya daerah.

Perayaan Padungku di Desa Nikkel berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat, jajaran pemerintah desa, serta ratusan warga hadir dalam kegiatan tersebut.

Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Melalui Padungku, masyarakat tidak hanya merayakan hasil yang diperoleh dari kerja keras selama musim tanam hingga panen, tetapi juga menjaga hubungan sosial dan meneruskan warisan budaya kepada generasi selanjutnya.(publikasi/set.dprd)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...