Logo Sulselsatu

Dugaan KDRT di Sorowako Berujung Duka, DPRD Luwu Timur Dorong Proses Hukum Tuntas

Redaksi
Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026 20:40

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR — Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan seorang ibu dua anak di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, menuai keprihatinan dari DPRD Luwu Timur.

Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, mengecam keras dugaan kekerasan yang berujung hilangnya nyawa tersebut. Ia menilai peristiwa itu bukan sekadar persoalan keluarga, tetapi tragedi kemanusiaan yang menjadi duka bagi masyarakat Luwu Timur.

“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kabupaten Luwu Timur, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Jihadin, Sabtu (25/7/2026).

Jihadin menegaskan tidak boleh ada pembenaran terhadap segala bentuk kekerasan, terlebih kekerasan yang dilakukan di lingkungan rumah tangga dan berujung pada kematian.

Menurutnya, kasus KDRT harus dipandang sebagai persoalan serius karena menyangkut keselamatan, martabat, dan hak hidup seseorang. Karena itu, penanganannya tidak boleh berhenti pada penyelesaian internal keluarga.

Jihadin meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan. Ia berharap seluruh proses hukum dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan perundang-undangan sehingga keluarga korban memperoleh keadilan.

“Kami berharap proses hukum berjalan dengan baik sehingga memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya. Tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Jihadin menilai pencegahan juga harus menjadi perhatian. Masyarakat diminta tidak menutup mata ketika mengetahui adanya kekerasan dalam rumah tangga di lingkungannya.

Menurutnya, laporan dari lingkungan sekitar dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kekerasan berkembang menjadi tindakan yang lebih fatal.

Perlindungan terhadap perempuan dan anak, kata dia, bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum. Tokoh masyarakat, keluarga, serta lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi korban kekerasan.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk memperkuat kepedulian sosial dan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Luwu Timur,” pungkas Jihadin.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...