Logo Sulselsatu

Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia Dukung Budidaya Perikanan di Sulsel

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 27 Juli 2026 12:57

Rembuk Petambak dan Tebus Pupuk Indonesia untuk perikanan di Sulsel. Foto: Istimewa.
Rembuk Petambak dan Tebus Pupuk Indonesia untuk perikanan di Sulsel. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong peningkatan produktivitas budidaya perikanan di Sulsel melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang digelar di Kabupaten Maros, Barru, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada 22 dan 23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi bagi petambak mengenai tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mempercepat penebusan pupuk agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil budidaya perikanan.

Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pupuk bersubsidi merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sehingga penyalurannya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga : Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Saat Panen Raya Barru

“Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh, PUD, PPTS dan kelompok pembudidaya ikan, agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan sesuai prinsip,” ujarnya.

Menurut Tri, Pupuk Indonesia akan terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan mudah diakses petambak sesuai ketentuan yang berlaku sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

Ia menilai, 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan setelah pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi di Sulsel Sesuai Prinsip 7T

Program tersebut ditujukan bagi petambak yang tergabung dalam kelompok dan telah terdaftar dalam sistem elektronik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Adapun komoditas yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi meliputi bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, dan patin.

Dalam kegiatan itu, Pupuk Indonesia bersama pemerintah daerah, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh perikanan, dan kelompok petambak memberikan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi, persyaratan penerima, hingga tata cara transaksi melalui aplikasi i-Pubers di kios resmi.

Baca Juga : Pupuk Subsidi di Kecamatan Amali dan Cina Bone Dipastikan Sesuai HET

Setelah sesi rembuk, para petambak juga melakukan penebusan pupuk bersubsidi secara langsung melalui kegiatan Tebus Bersama.

“Kami mengajak semua stakeholder untuk bahu membahu dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan prinsip 7 tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat sasaran,” kata Tri.

Selama pelaksanaan kegiatan di Maros, Barru, dan Pangkep, sekitar 200 petambak mengikuti program Tebus Bersama dengan total realisasi penebusan mencapai 94,2 ton pupuk bersubsidi. Jumlah tersebut terdiri atas 49,5 ton Urea, 15,8 ton Petroganik, dan 28,8 ton SP-36.

Baca Juga : Pupuk Subsidi Perdana Masuk Rongkong, 627 Petani Luwu Utara Kini Terdaftar

Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang mengapresiasi komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan pelaksanaan Rembuk Petambak.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia terus diperkuat sehingga akses petambak ikan terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pupuk Indonesia juga memastikan kesiapan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan. Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di provinsi tersebut telah mencapai 448.879 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 960.329 ton.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi bagi Petani di Indonesia Timur

Sementara stok pupuk di lini II dan lini III tercatat mencapai 78.098 ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran di wilayah Sulawesi Selatan.

Melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, penguatan tata kelola distribusi, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...