Logo Sulselsatu

Belajar dari Luwu Timur, DPRD Tana Toraja Perkuat Pengawasan atas Hasil Pemeriksaan BPK

Redaksi
Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 20:44

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR — Mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan berarti pekerjaan pengawasan keuangan daerah selesai. Pesan itu mengemuka saat DPRD Kabupaten Tana Toraja melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk membahas tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Rombongan pimpinan dan anggota Panitia Khusus (Pansus) LHP BPK RI DPRD Tana Toraja diterima di Ruang Aspirasi DPRD Luwu Timur, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum bertukar pengalaman mengenai pembahasan LHP BPK, sekaligus mencari masukan terkait langkah DPRD dalam memastikan setiap rekomendasi hasil pemeriksaan benar-benar ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Rombongan DPRD Tana Toraja diterima Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, bersama Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo, Ketua Pansus LHP BPK RI DPRD Luwu Timur Muhammad Nur, Sekretaris DPRD Alamsyah Perkesi, jajaran kepala bagian, pejabat fungsional, serta staf Sekretariat DPRD Luwu Timur.

Ketua Pansus DPRD Tana Toraja, Semuel Pali Tandi Rerung, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembahasan dan pengawasan terhadap hasil pemeriksaan BPK.

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Tana Toraja telah tiga kali berturut-turut memperoleh opini WTP. Namun, capaian tersebut tidak membuat pihaknya berhenti melakukan pembenahan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Kami tetap berusaha dan berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan tata kelola keuangan daerah, yang nantinya menjadi catatan dan rekomendasi DPRD terhadap hasil pembahasan oleh Pansus LHP BPK RI Tahun 2025,” ujar Semuel.

Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, mengingatkan bahwa opini WTP tidak boleh dimaknai sebagai tanda bahwa pengelolaan keuangan daerah sepenuhnya bebas dari persoalan.

Menurutnya, WTP menunjukkan laporan keuangan pemerintah daerah telah disajikan secara wajar berdasarkan standar akuntansi pemerintahan. Sementara itu, berbagai temuan maupun rekomendasi hasil pemeriksaan tetap harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti.

“Opini WTP menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan, namun bukan berarti tidak ada temuan. Yang terpenting adalah bagaimana setiap rekomendasi dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Ober Datte.

Ia menilai tindak lanjut atas rekomendasi BPK merupakan bagian penting dari fungsi pengawasan DPRD. Dengan demikian, hasil pemeriksaan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki sistem dan mencegah persoalan yang sama kembali terjadi.

Kunjungan DPRD Tana Toraja ke Luwu Timur diharapkan memperkuat pertukaran pengalaman antarlembaga legislatif, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun pola pengawasan yang lebih efektif, sehingga tata kelola keuangan pemerintah daerah semakin transparan, tertib, dan akuntabel.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...