Logo Sulselsatu

Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 02 Agustus 2026 18:04

Pertemuan perusahaan asal Kanada bahas investasi pengolahan sampah dengan Pemkab Gowa. Foto: Iatimewa.
Pertemuan perusahaan asal Kanada bahas investasi pengolahan sampah dengan Pemkab Gowa. Foto: Iatimewa.

SULSELSATU.com, GOWA – Acacia Energy bersama Portage Energy Group, perusahaan energi asal Kanada, menyatakan kesiapan menanamkan investasi lebih dari 80 juta dolar AS atau sekitar Rp1,3 triliun untuk membangun fasilitas waste-to-energy di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Fasilitas tersebut akan mengolah sampah menjadi energi listrik dan karbon. Proyek ini juga diproyeksikan membuka lebih dari 100 lapangan kerja serta menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di daerah.

Komitmen investasi tersebut mengemuka dalam rapat lanjutan yang dihadiri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga : SIBF 2026 Catat Potensi Investasi Rp9,64 Triliun, Komitmen Ekspor Capai Rp818,5 Miliar

Rombongan investor dipimpin Direktur Perwakilan Indonesia Acacia Energy Muhammad Malik Setiawan, didampingi Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) Portage Energy Group Stephen Akpakwu, Chief Executive Officer (CEO) Acacia Energy Jose Roy Borromeo, serta Chief Financial Officer (CFO) Acacia Energy Chuckie Borromeo.

Dalam pertemuan itu, investor memaparkan rencana pembangunan fasilitas yang akan mengubah sampah menjadi energi listrik dan karbon. Pembahasan mencakup kebutuhan pasokan sampah, lokasi proyek, hingga dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap realisasi investasi.

Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik rencana tersebut karena dinilai mampu menjadi solusi persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi baru yang ramah lingkungan.

Baca Juga : Resmi Jabat Bupati, Darmawangsyah Muin Fokus Bereskan Utang Pemkab Gowa dan Hak ASN

“Kemarin kita sudah menerima kunjungan mereka, kemudian hari ini ditindaklanjuti dengan rapat untuk mempresentasikan kesiapan membangun pengolahan sampah modern yang output-nya menjadi pembangkit listrik dan karbon. Tentu kami menyambut baik program ini,” kata Darmawangsyah.

Namun, menurutnya, masih ada sejumlah hal yang perlu dimatangkan, terutama terkait ketersediaan bahan baku. Saat ini produksi sampah di Kabupaten Gowa mencapai sekitar 400 ton per hari, sedangkan fasilitas tersebut membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa akan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah di sekitarnya, termasuk Kota Makassar dan Kabupaten Takalar, agar kebutuhan pasokan sampah dapat terpenuhi.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

“Kami optimistis kebutuhan itu bisa dipenuhi. Yang pasti mereka sangat serius untuk memastikan pembangunan pabrik pengolahan sampah modern ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Selain memastikan pasokan sampah, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan lahan sekitar delapan hektare. Lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh tim investor dan dinilai memenuhi persyaratan pembangunan fasilitas waste-to-energy.

“Kebutuhan mereka sekitar delapan hektare dan kami sudah punya lahannya. Mereka juga sudah meninjau lokasi tersebut dan memenuhi syarat yang ditentukan perusahaan,” katanya.

Baca Juga : OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal Tingkatkan Kepercayaan Investor

Ia menambahkan, Pemkab Gowa akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kementerian terkait lainnya agar proses perizinan dan realisasi investasi dapat berjalan lebih cepat.

“Tinggal kami membahasnya secara komprehensif, baik di internal pemerintah daerah maupun bersama pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) Portage Energy Group Stephen Akpakwu mengatakan Gowa dipilih sebagai lokasi proyek perdana perusahaan di Indonesia karena memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah.

Baca Juga : Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong UMKM Masuk Pasar Haji

Menurut Stephen, Gowa memiliki peluang menjadi proyek percontohan karena potensi sampahnya cukup besar dan didukung komitmen pemerintah daerah.

“Gowa adalah yang pertama dan kami berharap ini menjadi yang pertama dari banyak proyek lainnya. Kami melihat peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus menghasilkan energi listrik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut akan mengolah sampah dari Kabupaten Gowa maupun daerah sekitarnya menjadi energi listrik. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, perusahaan menargetkan pasokan sekitar 1.000 ton sampah per hari melalui kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah di sekitar Gowa.

Investasi senilai lebih dari 80 juta dolar AS itu diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 100 lapangan kerja tetap.

Stephen menegaskan konsep kerja sama yang ditawarkan tidak akan membebani anggaran pemerintah daerah karena sampah yang selama ini menjadi persoalan akan diolah menjadi energi bernilai ekonomi.

“Sampah yang selama ini tidak memiliki nilai akan kami ubah menjadi listrik yang memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” katanya.

Direktur Perwakilan Indonesia Acacia Energy Muhammad Malik Setiawan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa selama proses penjajakan investasi.

Ia menegaskan Acacia Energy bersama Portage Energy Group berkomitmen melanjutkan pembahasan hingga proyek tersebut dapat direalisasikan.

“Kami berharap kolaborasi antara Acacia Energy, Portage Energy Group, dan Pemerintah Kabupaten Gowa dapat segera terwujud sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih modern, penyediaan energi bersih, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Malik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News02 November 2026 12:22
OJK Luncurkan PELITA Syariah, Libatkan Tokoh Agama Perluas Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) untuk memperluas edukasi keuanga...
Olahraga02 November 2026 11:55
The Lantis Tutup Fazzio Youth Festival 2026, Tiket Didonasikan ke YKAI
Konser grup musik The Lantis menjadi penutup rangkaian Fazzio Youth Festival 2026 di GOR Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sabtu (31/10/202...
Bisnis02 November 2026 09:30
PLN Dampingi Petani Kopi Batui, Penjualan Naik 326 Persen
Nilai penjualan kopi green bean Kelompok Tani Kopi Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meningkat lebih dari empat kali lipat setelah mendapatka...
News02 November 2026 07:16
OJK Catat 27,23 Juta Rekening Baru Selama BIK 2026
Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatat pembukaan 27,23 juta rekening dan akun produk jasa keuangan sepanjang Oktober 2026...