Logo Sulselsatu

APEX 2026 Jadi Ajang Edukasi dan Perluasan Akses KPR Subsidi di Sulsel

Asrul
Asrul

Kamis, 13 Agustus 2026 21:26

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menjadikan APEX 2026 sebagai momentum mempertemukan pengembang, perbankan, dan masyarakat untuk memperluas akses kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kegiatan tersebut digelar di Mall MP, Jalan Boulevard, Makassar, Kamis 13 Agustus 2026.

Ketua Umum DPP Apersi, Deddy Indrasetiawan, mengatakan APEX 2026 yang digelar DPD Apersi Sulawesi Selatan menjadi terobosan positif karena tidak hanya berfungsi sebagai ajang pemasaran perumahan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai program rumah subsidi.

Baca Juga : PT HAP Hadirkan Rumah Subsidi dan Komersial di APEX 2026, Targetkan Penjualan 100 Unit

Menurut Deddy, tingginya antusiasme pengembang dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi DPD Apersi di daerah lain.

“Ini sesuatu hal yang luar biasa. Dengan melihat antusias dari para pengembang, kami DPP Apersi berharap ini ditularkan dan dilakukan juga oleh DPD-DPD lain,” ujar Deddy.

Ia menyebut APEX 2026 menjadi expo pertama yang digelar DPD Apersi pada 2026. Setelah melihat capaian kegiatan serupa pada 2025, Deddy optimistis realisasi penjualan rumah tahun ini dapat melampaui capaian sebelumnya.

Baca Juga : APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah

Selain menjadi ruang promosi, menurutnya, expo tersebut memberikan kesempatan kepada pengembang untuk menjelaskan secara langsung berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah melalui program rumah subsidi.

Deddy menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh fasilitas dan skema subsidi yang bisa diperoleh ketika membeli rumah.

Karena itu, ia meminta pengembang, terutama tenaga pemasaran, mengubah pola pendekatan kepada calon konsumen. Marketing tidak lagi sekadar menawarkan rumah, tetapi harus mampu memberikan solusi sesuai kemampuan ekonomi calon pembeli.

Baca Juga : Tugas Formatur Rampung, Salman, Irwan Hasan dan Umiyati Disepakati Pimpin PPP Makassar

“Bukan fokus menjual rumah, tapi memberikan pendidikan. Marketing itu bukan memasarkan rumah, tapi kita memberikan solusi bagi calon pembeli,” katanya.

Ia mencontohkan, calon pembeli perlu mendapatkan penjelasan mengenai kemampuan penghasilan, besaran cicilan, fasilitas subsidi, hingga komponen biaya yang harus dikeluarkan.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami manfaat program rumah subsidi sebelum menentukan pilihan.

Baca Juga : Akbar Yusuf Dinilai Sukses Pimpin PPP Makassar, Konsolidasi Partai hingga Pertahankan Kursi DPRD

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Hendi Kusuma, mengatakan Makassar merupakan lokasi yang tepat untuk pelaksanaan expo perumahan karena memiliki persoalan backlog kepemilikan rumah yang cukup besar.

“Kalau kita bicara mengenai backlog kepemilikan rumah, salah satu backlog yang terbesar ada di Kota Makassar. Jadi tepat expo ini dilaksanakan di sini,” ujarnya.

Hendi mengatakan BP Tapera mendukung APEX 2026 dengan menyiapkan pembiayaan melalui program KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca Juga : Dapat Dukungan PAC Kembali Pimpin PPP Makassar, Akbar Yusuf: Saya Serahkan ke DPW dan DPP

Menurutnya, pemerintah juga meningkatkan kuota FLPP pada 2026 menjadi 350.000 unit. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan realisasi tertinggi sebelumnya.

Ia menyebut pada 2025, program KPR FLPP mencatat rekor penyaluran sekitar 278.000 unit, setelah sebelumnya capaian tertinggi berada di kisaran 229.000 unit pada 2023.

“Tahun ini pemerintah hadir memberikan hal luar biasa dengan mengalokasikan kuota yang lebih besar,” kata Hendi.

Hendi menilai peningkatan kuota tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk di Sulawesi Selatan.

Namun, ia menekankan bahwa peningkatan kuota harus diikuti dengan kemampuan pengembang menyediakan rumah serta kolaborasi dengan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.

“Next step-nya, bagaimana kita mengisinya. Bapak-bapak dari asosiasi Apersi terus membangun, kami dari BP Tapera bersama para bank penyalur terus melakukan koordinasi dan memasarkan program KPR subsidi ini kepada masyarakat di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Hendi juga memaparkan sejumlah kebijakan baru yang dinilai semakin membuka peluang masyarakat mendapatkan rumah subsidi.

Salah satunya kebijakan terkait batas maksimal penghasilan calon penerima yang diperbarui sehingga cakupan masyarakat yang dapat mengakses program semakin luas.

Selain itu, pemerintah juga menerbitkan ketentuan baru mengenai tenor KPR subsidi. Jika sebelumnya tenor maksimal 20 tahun, kini dapat diperpanjang hingga 40 tahun.

Menurut Hendi, perpanjangan tenor tersebut dapat menekan besaran cicilan bulanan sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau kita lihat, kira-kira estimasi cicilan bulannya hanya Rp600 hingga Rp700 ribu saja. Terjangkau dan tidak berat,” ujarnya.

Ia optimistis kombinasi peningkatan kuota FLPP, kebijakan pembiayaan yang lebih fleksibel, serta dukungan perbankan akan mendorong penyaluran KPR subsidi dan memperluas kepemilikan rumah bagi MBR.

Di sisi lain, Ketua DPD Apersi Sulsel Yasser Latief mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pengembang dalam mengejar target pembangunan dan penjualan rumah.

Salah satu persoalan utama adalah proses perizinan yang dinilai belum berjalan paralel antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Kami di Sulsel terus ingin berkembang, hanya saja target tidak sesuai dengan fakta lapangan karena perizinan belum paralel dari atas ke bawah. Kebijakan di pusat belum seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” kata Yasser.

Ia menyebut realisasi saat ini belum mencapai 80 persen dari target yang diharapkan. Meski demikian, Yasser mengapresiasi sejumlah kebijakan perbankan yang memberikan kelonggaran bagi masyarakat maupun pengembang.

Menurutnya, masih diperlukan sinkronisasi regulasi dari pemerintah pusat hingga daerah agar pengembangan perumahan dapat berjalan lebih cepat.

Yasser berharap pemerintah menempatkan pengembang sebagai mitra strategis dalam menyediakan hunian bagi masyarakat.

“Harapan kami agar pemerintah melihat pengembang ini sebagai teman dan sahabat untuk membantu masyarakat memiliki rumah,” tuturnya.

Melalui APEX 2026, Apersi Sulsel berupaya mempertemukan tiga unsur utama dalam ekosistem perumahan, yakni pengembang, perbankan, dan masyarakat calon pemilik rumah.

Yasser menilai kolaborasi tersebut penting untuk mendukung pencapaian target nasional pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita mempertemukan perbankan, pengembang, masyarakat yang punya rumah dalam pameran ini. Ini sebagai upaya untuk mencapai target program Presiden tiga juta rumah,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi13 Agustus 2026 20:34
KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun hingga Juni 2026, UMKM Terus Didorong Naik Kelas
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kred...
OPD13 Agustus 2026 15:22
Gerindra di Banggar Desak Pemprov Sulsel Anggarkan Rp18 Miliar untuk Stadion Sudiang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Fraksi Partai Gerindra di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan mendorong Pemerintah Provinsi Sulsel segera meng...
Nasional13 Agustus 2026 14:52
Telkom Kenalkan OCA di DTI-CX 2026, Solusi AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat transformasi digital melalui pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence ...
Pendidikan13 Agustus 2026 13:17
Makassar Marketing Festival 2026 di Kalla Institute Soroti Peran AI
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diperkirakan semakin mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja....