SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bukit Baruga terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk menciptakan kawasan hunian yang produktif dan berkelanjutan.
Salah satunya melalui program urban farming di kawasan Masjid Bin Baz, Bukit Baruga, yang memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura dengan sistem greenhouse.
Program tersebut sebelumnya diluncurkan bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Dalam perkembangannya, Munafri kembali hadir untuk melihat langsung hasil pengembangan program melalui kegiatan panen melon di kawasan urban farming Bukit Baruga pada 4 September 2026.
Baca Juga : Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
Kehadiran Wali Kota Makassar dalam dua momentum tersebut menunjukkan perkembangan program, mulai dari tahap peluncuran hingga implementasi yang mulai menunjukkan hasil.
Pengembangan konsep ini mendapat apresiasi karena tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kawasan.
“Yang paling menarik adalah pola terintegrasi yang dilakukan ini. Hasil limbah buangan dari air wudhu dikelola kembali untuk menyiram tanaman-tanaman yang ada. Pupuk-pupuk yang dipergunakan juga pupuk organik yang datang dari biopori mereka,” ujar Munafri.
Baca Juga : Kalla 10K 2026 Siap Digelar Oktober Mendatang, Buka Slot 4.500 Pelari
Konsep tersebut juga mendapat perhatian Pemerintah Kota Makassar dan berpeluang dikembangkan sebagai salah satu percontohan urban farming yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan.
Pemanfaatan lahan, pengelolaan air bekas wudhu, hingga penggunaan pupuk organik dari biopori menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan di kawasan tersebut. Konsep ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan pada kawasan perkotaan lainnya.
Bagi Bukit Baruga, pengembangan urban farming menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang yang dapat memberikan manfaat langsung sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan di dalam kawasan.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Sekolah Islam Athirah Gelar Salat Istisqa Serentak di Tiga Wilayah
Chief Operating Officer Kalla Land M. Natsir Mardan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan melalui aktivitas yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami melihat urban farming sebagai salah satu bentuk pemanfaatan ruang dan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan. Ke depan, kami berharap pengembangannya dapat semakin optimal dan menjadi contoh bagaimana aktivitas produktif dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan di kawasan Bukit Baruga,” pungkasnya.
Urban farming di Masjid Bin Baz dikembangkan menggunakan sistem greenhouse untuk mendukung proses budidaya yang lebih terkontrol. Selain melon, area tersebut juga dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman lainnya.
Baca Juga : Kalla Toyota Hadirkan Bunga Spesial Mulai 0 Persen, Berlaku hingga 20 September 2026
Konsepnya turut mengintegrasikan pemanfaatan air bekas wudhu untuk kebutuhan penyiraman serta penggunaan pupuk organik yang berasal dari pengelolaan biopori.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bukit Baruga menghadirkan ruang produktif di dalam kawasan sekaligus mendorong penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, urban farming Bukit Baruga diharapkan terus bertumbuh dan menjadi salah satu percontohan pengembangan pertanian perkotaan yang terintegrasi di Kota Makassar.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar