SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Field Trip Science yang dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem melalui pengalaman langsung.
Baca Juga : Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Di kawasan pesisir Puntondo, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah ekosistem laut dan pesisir, seperti mangrove dan padang lamun.
Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) kincir angin.
Setelah mengikuti pembelajaran di sejumlah pos, siswa kemudian diajak melakukan penanaman mangrove. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari kegiatan karena pengetahuan mengenai lingkungan diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Baca Juga : NIPAH PARK Dukung Industri Kopi Lokal Lewat Makassar Coffee Fest 2026
Penanaman mangrove juga menjadi sarana bagi siswa untuk memahami fungsi tumbuhan pesisir dalam menjaga garis pantai dan menjadi habitat berbagai biota.
Di sisi lain, kegiatan tersebut menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kepala SMP Islam Athirah Makassar Nilamartini mengatakan, kegiatan Field Trip Science di PPLH Puntondo menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar langsung dari alam.
Baca Juga : Kalla Translog Tes Narkoba Seluruh Driver
“Tempat yang kita kunjungi ini sangat istimewa. Kealamiannya masih terjaga dan kekayaan biota lautnya juga masih terpelihara dengan baik. Ini memberikan peluang besar bagi anak-anak untuk memahami keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem laut secara langsung,” ujarnya.
Menurut Nilamartini, pengalaman belajar di alam diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak tidak hanya bertambah wawasan akademik, tetapi juga bertumbuh dalam hal karakter,” ungkapnya.
Baca Juga : New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV
Sebanyak 133 siswa tersebut dibagi ke dalam delapan kelompok. Setiap kelompok didampingi pendamping dari SMP Islam Athirah dan pihak PPLH Puntondo untuk mengikuti pembelajaran di pos-pos yang telah disiapkan.
Selain menanam mangrove, siswa mengikuti sejumlah aktivitas edukatif, yakni pos refleksi, pengenalan PLTB, pembelajaran ekosistem mangrove, pengenalan ekosistem padang lamun, serta pembuatan suvenir.
Salah seorang siswa Mohammad Hatta mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
Baca Juga : Penjualan Kendaraan Hybrid Kalla Toyota Naik 137 Persen
“Kegiatan ini mengajarkan kita untuk lebih peduli lingkungan dengan merawatnya. Kita juga belajar bekerja sama dengan teman dan tidak meninggalkan teman saat mengalami kesusahan. Kegiatannya seru, meskipun sangat panas,” tuturnya.
Kegiatan Field Trip Science tersebut merupakan bagian dari integrasi Islamic Leadership Skills (ILS), khususnya pilar beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, dan berpikir kritis.
Implementasi pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui aktivitas lapangan. Setelah kegiatan, siswa juga mengikuti presentasi kelompok untuk merefleksikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, termasuk membahas penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar