SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda).
Pendaftaran bakal calon mulai dibuka selama sepekan pada 15-21 Oktober 2026. Panitia membuka pelayanan pendaftaran di kantor DPD Demokrat Sulsel, Jalan Mirah Seruni, Makassar.
Sejauh ini, ada dua calon kadidat yang berpotensi menakhodai partai berlambang Mercy tersebut. Masing-masing petahana Ni’matullah Erbe dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang baru-baru bergabung dengan Demokrat. Keduanya diprediksi bakal saling sikut memperebutklan jatah ketua Demokrat Sulsel.
Pengamat politik, Nurmal Idrus, mengatakan Ni’matullah memiliki rekam jejak kepemimpinan yang dapat menjadi keunggulan dalam kontestasi internal Demokrat Sulsel. Pengalaman tersebut membuatnya memahami mekanisme organisasi sekaligus dinamika politik di tubuh partai.
“Ni’matullah memiliki modal pengalaman organisasi dan rekam jejak memimpin Demokrat Sulsel. Jika kembali maju, ia tentu memiliki pemahaman terhadap struktur partai dan dinamika internal yang telah dibangunnya selama ini,” ujar Nurmal Idrus.
Meski demikian, Nurmal mengingatkan bahwa pengalaman organisasi tidak otomatis menjamin kemenangan. Ni’matullah tetap harus menjaga soliditas kader dan memastikan dukungan dari para pemilik suara, terutama di tengah munculnya figur baru yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan daerah.
“Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan dukungan kader dan pemilik suara di tengah munculnya figur baru yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan daerah,” jelasnya.
Salah satu figur yang berpotensi mengubah peta persaingan adalah Munafri Arifuddin. Bergabungnya Wali Kota Makassar tersebut ke Demokrat dinilai dapat membuka peluang konsolidasi baru sekaligus memperkuat daya tarik partai di Sulsel.
Menurut Nurmal, posisi Munafri sebagai kepala daerah memberinya modal politik dan eksposur publik yang dapat dimanfaatkan untuk membangun dukungan di internal partai. Namun, modal tersebut tetap harus diikuti komunikasi intensif dengan kader dan pengurus di berbagai tingkatan.
“Bergabungnya Munafri Arifuddin berpotensi mengubah dinamika persaingan secara signifikan. Sebagai Wali Kota Makassar, Munafri memiliki posisi politik dan eksposur publik yang kuat. Kehadirannya dapat membuka ruang konsolidasi baru bagi Demokrat Sulsel,” katanya.
Nurmal menegaskan, jabatan publik dan popularitas bukan satu-satunya faktor penentu dalam Musda. Dukungan pemilik suara, kemampuan membangun kesepahaman dengan pengurus kabupaten dan kota, serta restu dari elite partai di tingkat pusat juga menjadi faktor penting.
“Penentu pentingnya tetap komunikasi dengan kader, dukungan pemilik suara, serta kemampuannya membangun kesepahaman dengan struktur partai di tingkat kabupaten dan kota, dan tentu saja restu dari Cikeas,” ujarnya.
Sementara, Ni’matullah mengaku belum memutuskan untuk kembali maju dalam pemilihan Ketua DPD Demokrat Sulsel. Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menyebut masih menunggu restu Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurutnya, keputusan untuk kembali mencalonkan diri akan mempertimbangkan arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Ia menegaskan tetap berkomitmen mengikuti keputusan partai.
“Menunggu izin Ketua Umum. Prinsipnya, saya ini kader tulen Partai Demokrat. Apa pun yang DPP sudah putuskan, saya kira saya loyal apa pun yang diputuskan,” kata Ni’matullah, Selasa (13/10/2026).
Ia menambahkan, keputusan mengenai langkah politiknya dalam Musda mendatang masih akan melihat perkembangan selanjutnya. “Soal ke depannya, nanti kita lihatlah,” ujarnya.
Di tengah munculnya sejumlah nama kandidat, Ni’matullah mengklaim masih mengantongi dukungan dari sedikitnya 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Ia menyebut dukungan tersebut masih bertahan hingga saat ini. Menurutnya, belum ada informasi mengenai dukungan baru yang secara resmi ditandatangani oleh para ketua DPC untuk kandidat lain.
“Untuk sementara kan ada dukungan minimal 20 masih di saya. Masih saya pegang sampai hari ini. Meskipun yang saya bisa pastikan itu 20 masih on ya,” ungkapnya.
Ni’matullah mengatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah ketua DPC untuk mengetahui perkembangan dukungan menjelang Musda. “Saya tanya Ketua DPC belum ada dukungan yang mereka tanda tangani yang baru,” tambahnya.
Dengan jadwal Musda yang semakin dekat, dinamika pencalonan Ketua DPD Demokrat Sulsel diperkirakan akan terus berkembang seiring proses pendaftaran kandidat dan verifikasi dukungan.
Sementara itu, nama Munafri Arifuddin turut mencuat dalam bursa kandidat Ketua Demokrat Sulsel. Namun, keputusan mengenai siapa yang akan maju dan memperoleh dukungan dalam Musda akan mengikuti mekanisme serta ketentuan internal Partai Demokrat.
Musda Demokrat Sulsel pada 23 Oktober 2026 akan menjadi momentum bagi partai untuk menentukan kepemimpinan di tingkat provinsi sekaligus menyusun arah organisasi dalam menghadapi agenda politik ke depan. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar