Logo Sulselsatu

Mabes Polri Sudah Petakan Alur Rusuh 22 Mei

Asrul
Asrul

Kamis, 06 Juni 2019 11:39

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com – Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengungkap sejumlah progres kerja Tim Investigasi kerusuhan yang terjadi pada Aksi 21-22 Mei. Tito mengklaim saat ini tim sudah bekerja sampai pada tahap mempelajari kronologi peristiwa.

Dari hasil kajian itu, kata Tito, tim investigasi telah dapat membedakan peristiwa aksi damai dengan aksi rusuh.

“Investigasi ini sudah pada proses mempelajari kronologi peristiwa. Kita sudah bisa membedakan antara aksi damai dalam bentuk ibadah, buka puasa sambil terawih 21 (Mei) dan adanya aksi yang memang sengaja anarkistis rusuh menyerang petugas,” ujarnya usai salat Id di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).

Baca Juga : Polisi Duga Senjata Jenis Glock 42 yang Digunakan Aksi 22 Mei

Tito mengatakan peristiwa yang mengakibatkan korban tewas terjadi pada segmen kedua di kerusuhan tersebut.

“Peristiwa yang ada korban meninggal itu adalah peristiwa pada segmen kedua bukan segmen pertama. Jadi kalau ada menyampaikan orang sedang apa itu berbuka puasa atau tarawih diserang, (itu) tidak benar,” tuturnya.

Tito menjelaskan, pada saat segmen awal 22 Mei, massa melakukan aksi damai. Kelompok itu telah membubarkan diri bersama-sama dengan polisi usai berbuka puasa. Namun tiba-tiba saja datang sekelompok penyerang.

Baca Juga : Bertugas Amankan Rusuh 22 Mei di Jakarta, Kapolda Kunjungi BKO Brimob Polda Sulsel

Sementara itu pada tanggal 21 Mei, diketahui juga ada perbedaan para pelaku yang melakukan aksi damai dengan rusuh.

“Jadi kalau yang malam 21 itu adalah antara aksi damai dengan penyerang berbeda, berbeda waktu dan berbeda tempatnya, yang ini dia masuk di dalam kumpulan itu tapi di dalam kasus yang kedua ini tidak ada korban,” tuturnya.

Hingga kini, kata Tito, pihaknya masih mencari pendana dan dalang kerusuhan tersebut.

“Kita investigasi apakah peristiwa, apa dalang peristiwa penyerangan ini siapa yang menginisiasi dan sepertinya korban mungkin banyak jatuhnya di situ (Petamburan),” ucapnya.

Diketahui, Aksi 21 dan 22 Mei berujung kerusuhan antara massa pendemo dengan aparat. Kerusuhan terjadi di sejumlah titik, mulai dari depan Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin hingga di Petamburan, Jakarta Barat.

Polisi telah menangkap sebanyak 447 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa, diduga sebagai pelaku perusuh.

“(Status) Tersangka, ada 447 orang. Ini masih dibagi layer atau lapisannya, sebagian besar di layer tiga sampai empat yaitu pelaku dan koordinator lapangan,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum25 Juni 2026 12:38
Kasus Korupsi Pasar Sentral Bulukumba Jalan di Tempat, Rudianto Lallo Desak Kajati Sulsel Evaluasi Kajari
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Sentral Buluku...
Otomotif25 Juni 2026 12:16
Honda Luncurkan New Honda Vario Evo 160, Mesin Lebih Bertenaga dan Fitur Baru
PT Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan New Honda Vario Evo 160, generasi terbaru skutik 160cc....
Video24 Juni 2026 22:03
VIDEO: Prabowo Klaim Tahu Pihak yang Membiayai Demonstrasi
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyinggung maraknya aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah saat menghadiri Puncak Pekan Na...
News24 Juni 2026 20:23
PT Vale Latih 35 Pemuda Luwu Timur Jadi Operator Alat Berat Bersertifikat
PT Vale Indonesia Tbk menggelar Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat bagi 35 angkatan kerja lokal dari Kecamatan Nuha, Towuti,...