Logo Sulselsatu

Tangis Ibunda Pecah di Ruang Sidang Pembunuhan Aldama

Asrul
Asrul

Rabu, 10 Juli 2019 16:17

Terdakwa M Rusdi meminta maaf kepada Mariati, ibunda Aldama, korban pembuhan taruna ATKP Makassar, saat persidangan kasus ini di Pengadilan Makassar. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)
Terdakwa M Rusdi meminta maaf kepada Mariati, ibunda Aldama, korban pembuhan taruna ATKP Makassar, saat persidangan kasus ini di Pengadilan Makassar. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ibunda almarhum Aldama Putra Pongkala, Mariati tak kuasa menahan tangis saat terdakwa pembunuh putranya, M Rusdi meminta maaf terhadap dirinya.

“Saya minta maaf ibu,” ujar terdakwa Rusdi meski ibunda Aldama tak memberikan tanggapan, tangisannya terus pecah.

Peristiwa tersebut sempat membuat sejumlah hadirin di persidangan ikut terbawa suasana haru.

Baca Juga : Ibunda Aldama Tuntut “Nyawa Dibayar Nyawa”

Permintaan maaf terdakwa terhadap ibunda Aldama bermula saat majelis hakim yang diketuai Suratno selesai memeriksa terdakwa Rusdi soal kronologi penganiayaan berujung kematian juniornya di kampus penerbangan ATKP Makassar tersebut.

Majelis hakim terlebih dahulu memanggil Pelda Daniel lalu terjadi perbincangan. Setelah itu, majelis hakim juga memanggil Mariati.

Usai pemanggilan itu, barulah majelis hakim meminta terdakwa Rusdi meminta maaf kepada Mariati, lalu kepada Pelda Daniel.

Baca Juga : JPU Tuntut Terdakwa Pembunuhan Aldama 10 Tahun Penjara

“Ya sudah, kamu minta maaf,” kata hakim.

Rusdi terlihat menyesal secara mendalam dan segera meminta maaf. Taruna tingkat dua ATKP Makassar itu sempat menangis dan bersujud kepada Mariati.

Peristiwa itu sempat berlangsung sekira dua menit lalu majelis hakim mempersilahkan Mariati meninggalkan terdakwa.

Baca Juga : Terungkap! Ada Tradisi Kekerasan yang Dirawat di ATKP Makassar

“Sebagai orang beragama, kita maafkan. Tapi hukum (harus) tetap berlanjut,” kata Pelda Daniel usai sidang.

Aldama Putra Pongkala adalah anak satu-satunya dari pansangan Pelda Daniel dan Mariati. Namun taruna tingkat satu ATKP Makassar itu sudah tiada usai tewas dianiaya pada 3 Januari 2019 lalu.

Untuk diketahui, sidang kasus kematian Aldama Putra Pongkala merupakan sidang yang keempat kalinya di PN Makassar.

Baca Juga : Menyedihkan, Begini Kondisi Taruna ATKP Makassar Sebelum Tewas Dianiaya Senior

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Azis Kuba

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan03 Februari 2026 19:40
Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
SULSELSATU.com MAKASSAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah untuk membahas penguatan digital...
Makassar03 Februari 2026 19:38
Walikota Appi Serukan Percepatan Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran ke Masyarakat
SULSELSATU.com JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar, akan terus meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan sosial, melalui pemanfaatan tekno...
News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...