Logo Sulselsatu

Empat Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 7,2 SR di Malut

Asrul
Asrul

Selasa, 16 Juli 2019 22:58

Ilustrasi. (int)
Ilustrasi. (int)

SULSELSATU.com, MALUT – Empat orang meninggal dan puluhan orang luka-luka saat Maluku Utara diguncang gempa bermagnitudo 7,2 Skala Richter (SR).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban akibat bencana alam tersebut.

“Dampak gempa bumi di provinsi Maluku Utara per 16 Juli 2019, yakni 4 orang meninggal dan 51 orang luka-luka,” ujar Agus di Kantor BNPB, Jakarta, dikutip CNNIndonesia, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga : BMKG: Ada 15 Gempa di Atas 5 SR di Maluku Utara Tadi Pagi

Agus menuturkan hasil pendataan menyebut jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 3.104 orang. Para pengungsi itu, kata dia, tersebar di 15 titik yang ada di Maluku Utara.

Selain korban, Agus menyampaikan ratusan bangunan juga mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara BNPB, sebanyak 971 unit rumah rusak berat, 7 unit fasilitas pendidikan rusak berat, 3 unit fasilitas peribadatan rusak berat, 1 unit fasilitas kesehatan rusak berat, 2 unit bangunan lain rusak berat, dan 3 jembatan rusak berat.

Lebih lanjut, Agus berkata guncangan gempa juga dirasakan di Obi, Labuha, Manado, Ambon, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, hingga Bolaang Mongondow.

Baca Juga : Dosen IAIN Ambon Tewas Akibat Dampak Gempa 6,8 Magnitudo

“Gempa susulan sampai dengan 16 Juli 2019, pukul 06.00 WIB sebanyak 93 kali. Namun yang dirasakan hanya 30,” ujarnya.

Sementara itu, Agus menyebut BNPB akan memberikan dana siap pakai (DSP) dan mengirimkan heli guna membantu penanganan darurat di sejumlah titik terdampak gempa.

BPBD Provinsi Maluku Utara dan TRC BNPB, kata dia, juga tengah melakukan kaji cepat guna mendata tingkat kerusakan, jumlah pengungsi, dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengungsi untuk ditindaklanjuti.

Sejumlah pihak seperti TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/lembaga, Tagana, hingga relawan juga turut mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian.

Hasil pendataan BNPB sementara, kebutuhan yang paling mendesak bagi pengungsi adalah beras, air mineral, makanan siap saji, mie instan, tikar, matras, selimut, terpal, popok bayi, hingga pakaian anak.

“Distribusi logistik penguatan untuk provinsi Maluku Utara dalam perjalanan dengan kapal, jadwal tiba Kamis 18 Juli 2019,” ujar Agus.

Lebih dari itu, Agus menyampaikan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat selama 7 hari, yaitu 15 hingga 21 juli 2019.

“Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umur di Labuha untuk penanganan pengungsi,” ujarnya.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....