SULSELSATU.com, MAKASSAR, – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) meminta, agar santri dan santriwati pondok pesantren tetap mengikuti perkembangan teknologi dan harus terhindar dari pengaruh negatif.
Hal tersebut diungkapkan NA saat menghadiri Milad ke 17 penamatan Pesantren Nahdatul Ulum Soreang Maros ini bertajuk “Pesantren merajut moderasi Islam untuk kemandirian dan kemajuan bangsa”, Sabtu (20/7/2019).
Dalam sambutannya, Nurdin menyampaikan, bila anak-anak yang mengenyam pendidikan di pondok harus mengikuti perkembangan tehnologi tapi harus terhindar dari pengaruh negatif.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tapi saya kira anak-anak ku yang ada di pesantren memiliki filter,” ungkap Nurdin.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini berharap, selain anak-anak di pondok pesantren belajar bahasa Arab, juga diharapkan belajar bahasa Inggris untuk menjawab tantangan zaman.
“Saya kagum dengan anak-anak yang tampil tadi malam di (Pembukaan Forum Anak Nasional) ada anak-anak yang bisa berbahasa Inggris dan berbahasa Arab,” katanya
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
Selain berbicara mengenai sumber daya manusia, sosok dengan sejuta karya ini berbicara mengenai keberlanjutan pembangunan di Pondok Pesantren Nahdatul Ulum kedepan.
“Saya tadi mendengar progres pengembangan pembangunan selama 17 tahun. Semoga terus berkembang dan semoga kurikulum kita terus mengikuti perkembangan,” jelasnya
Menurut, Nurdin fasilitas kelas, ruang asmara, ruangan pertemuan ini menjadi sesuatu penting untuk kita semua, karena ini pemerintah juga menunggu apa usulan dari Pesantren Nahdatul Ulum untuk dianggarkan tahun 2020 mendatang.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo
“Insyaallah tahun 2020 kita akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan. Tahun 2020 kita akan memasukkan dalam APBD Sulawesi Selatan,”.
Penulis : Jahir
Editor: Azis Kuba
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar