Logo Sulselsatu

Bagi Jokowi, Persoalan HAM Bukan yang Utama

Asrul
Asrul

Sabtu, 17 Agustus 2019 18:59

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung angkat bicara soal isu hak asasi manusia (HAM) tak banyak disinggung dalam pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sidang tahunan MPR maupun sidang bersama DPD dan DPR, Jumat (16/8/2019).

Pramono mengatakan Jokowi hanya menyinggung isu utama dalam pidatonya kemarin. Menurutnya, isu utama pemerintahan Jokowi dalam lima tahun ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Beliau menekankan yang utama berkaitan dengan human resources atau human capital (pembangunan SDM). Jadi memang penekanan pada pidato presiden kali ini adalah di sana (pembangunan SDM), bukannya persoalan mengenai HAM,” kata Pramono usai upacara HUT ke-74 RI di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (17/8/2019).

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

“Karena praktis persoalan HAM, yang memang semua negara memiliki persoalan HAM, tapi tidak menjadi hal yang terutama pada saat ini,” ujarnya menambahkan.

Menurut Pramono, jika Indonesia ingin keluar dari negara menengah menjadi negara maju, maka persoalan pembangunan SDM menjadi utama. Ia menyebut pemerintahan Jokowi dalam lima tahun ke depan ingin mencetak manusia yang unggul.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut Jokowi menginginkan Indonesia bisa mengirim tenaga kerja terampil di kantor-kantor negara lain. Menurut Pramono, pemerintahan saat ini juga sedang menyiapkan strategi talenta dalam menyiapkan SDM yang unggul.

Baca Juga : Warisan Utang Era Jokowi Dinilai Jadi Biang Efisiensi Anggaran

“Dan juga terutama di pariwisata, tenaga kerja yang terampil. Jadi ini bukan berkaitan dengan vokasi, tapi kualitas yang diutamakan untuk meningkatkan human capital,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan pentingnya perbaikan kinerja para penegak hukum dan HAM termasuk pemberantasan korupsi. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPD dan DPR, Jumat (16/8). Namun, Jokowi tak banyak menyinggung soal kasus HAM.

“Ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM harus diubah termasuk kinerja pemberantasan korupsi. Penegakan hukum yang keras harus didukung. Penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi,” ujar Jokowi.

Baca Juga : Jokowi Sebut Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Ini Alasannya

Menurut Jokowi, keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari jumlah kasus yang diangkat maupun jumlah orang yang dipenjarakan. Namun juga dari potensi pelanggaran HAM dan kerugian negara yang bisa diselamatkan.

“Jadi harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan. Ini perlu kita garis bawahi,” katanya.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional18 Agustus 2026 14:27
XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Pascagempa NTT
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT)....
News18 Agustus 2026 14:13
Rayakan HUT RI ke-81, Bukit Baruga Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian
Bukit Baruga memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera di Driving Range Golf Bukit Baruga, Senin (17/8/20...
News18 Agustus 2026 11:28
Perambahan Ilegal Tanamalia Dekati 5 Ribu Hektare, Naik Hampir Dua Kali Lipat
Eskalasi perambahan di kawasan Hutan Lindung Blok Tanamalia, Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur, dilaporkan berada pada titik paling kritis dalam enam b...
Makassar18 Agustus 2026 10:59
PLN Se-Makassar Gelar Upacara HUT ke-81 RI
PT PLN (Persero) se-Regional Kota Makassar menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor PLN Unit Induk Pemb...