Logo Sulselsatu

Pemkab Wajo Gelar Rakor Optimalisasi Penyerapan Gabah

Asrul
Asrul

Rabu, 21 Agustus 2019 18:34

Rapat koordinasi Perpadi dan Pemkab Wajo di Kantor Bupati Wajo. (ist)
Rapat koordinasi Perpadi dan Pemkab Wajo di Kantor Bupati Wajo. (ist)

SULSELSATU.com, WAJO – Pemkab Wajo menggelar rapat koordinasi dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) dalam rangka optimalisasi penyerapan gabah dan beras antara pengusaha.

Rakor yang digelar di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Wajo, Selasa (20/8/2019) ini turut dihadiri Divre Bulog Sulelbar, Bulog Wajo, KTMA, dan pimpinan cabang perbangkan se Kabupaten Wajo.

Bupati Wajo Amran Mahmud berkomitmen akan menjaga dan membantu Bulog terkait stabilisasi harga, keterjangkauan, dan ketersediaan cadangan beras untuk pemerintah dengan melakukan berbagai upaya.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Komite Sekolah Se-Kecamatan Mamajang Ikuti Rapat Koordinasi dengan DPKM

“Sebagai salah satu lumbung padi nasional sudah sepantasnya kita terus berbenah dan berusaha bagaimana mencapai aspek target tersebut, kita punya program untuk terus menjaga stabilitas harga bahkan ke depannya kita ingin mem-backup dengan berbagai upaya termasuk resi gudang agar petani betul-betul terlindungi dan terus bersemangat untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi dan kualitas pertanian kita di Wajo,” ujar Amran.

Untuk bersaing dengan kabupaten lain kata Amran, Pemkab Wajo akan memfasilitasi para pengusaha penggilingan padi dalam hal permodalan.

“Agar para pengusaha bisa berdaya demi memulihkan kembali citra Wajo sebagai lumbung padi nasional,” kata dia.

Baca Juga : Camat Wajo Rakor Bersama Tripika Bahas Pengamanan Wilayah di Kecamatan Wajo

Di tempat yang sama, Ketua Perpadi Wajo, Amran MN mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan harga jual gabah oleh petani saat ini berada dikisaran Rp4.550-4.600 per kg. Sedangkan pengepul menjual kepada pedagang dengan harga Rp4.800 per kg.

“Jadi selisihnya kurang lebih Rp250, padahal seharusnya pengepul memperoleh keuntungan paling banyak Rp100 per kg,” kata Amran MN yang baru dilantik pada Maret lalu.

Untuk itu, menurutnya dalam hal metrologi sebaiknya dilakukan kalibrasi timbangan secara berkala oleh Dinas Perdagangan dengan dibantu anggota TNI demi menghindari hal-hal yang bisa merugikan petani.

Baca Juga : Hari Pertama Usai Lebaran, Camat Sangkarrang Ramli Lallo Langsung Pimpin Rakor

Selain kalibrasi timbangan, Amran MN juga meminta dilakukan pengawasan terhadap waktu penimbangan yang sering dilakukan pada malam hari.

“Kami berharap para pengepul gabah di lapangan memiliki legalitas dari pemerintah daerah untuk beroperasi dan bertransaksi dengan petani,” harap dia. (rls)

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Rakor dengan Menteri Airlangga, Danny Pomanto Sebut Kasus Suspek Turun Signifikan

 

Baca Juga : Rakor dengan Menteri Airlangga, Danny Pomanto Sebut Kasus Suspek Turun Signifikan

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...