Logo Sulselsatu

Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Kapolsek Sukajadi Dicopot

Asrul
Asrul

Sabtu, 24 Agustus 2019 09:59

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Polda Jabar mencopot Kapolsek Sukajadi Komisaris Sarce Christiati yang diduga memberikan minuman keras (miras) kepada mahasiswa Papua.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, keputusan ini diambil usai yang bersangkutan diperiksa oleh tim Propam Polda Jabar. Polda Jawa Barat akan mencari pengganti Sarce Christiati untuk mengisi jabatan yang ditinggalkannya.

“Itu sudah kita ambil langkah (menonaktifkan) dari hasil pemeriksaan itu. Kita sepakat, saya putuskan bahwa yang bersangkutan kita nonaktifkan dari jabatannya,” kata Rudy di Mapolrestabes Bandung, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (24/8/2019).

Baca Juga : Rektor UNM Ajukan Diri Jadi Bapak Angkat Mahasiswa Papua

Rudi belum mau membeberkan tindakan yang akan dilakukan kepada Sarce. Dia pun belum memberitahu siapa nama pengganti Sarce sebagai Kapolsek Sukajadi.

Rudy hanya menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengiriman minuman beralkohol yang dilakukan Kompol Sarce kepada mahasiswa Papua di Kota Bandung.

“Saya mohon maaf ke mahasiswa Papua atas kejadian yang diduga anggota saya mengirim minuman ke rekan-rekan,” katanya.

Baca Juga : Wamena Rusuh, 17 Warga Sipil Tewas, 65 Orang Luka

Sebelumnya, Kompol Sarce Christiati diduga mengirimkan dua dus minuman beralkohol ke Asrama Mahasiswa Papua di Bandung, Jawa Barat pada Kamis (22/8/2019). Sementara mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut tengah berunjuk rasa di depan Gedung Sate.

Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Papua Bandung Abraham Kossay menjelaskan kronologi pemberian miras tersebut. Minuman bermerek Topi Koboi itu dikirim pada Kamis (22/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Iya benar, itu memang polisi kirim jam 1 (siang) antar ke asrama, ada 2 kardus. Di asrama ada kawan kami yang sedang masak,” kata Abraham.

Baca Juga : Kerusuhan, Pegawai BUMN di Papua Kabur ke Makassar

Abraham mengatakan pengantar miras tersebut adalah seorang polwan yang mengenakan seragam dinas kepolisian. Dia menyebut polwan itu bernama Cristiati.

Oknum polwan itu menitipkan pesan bahwa penerima miras dilarang memberi tahu kepada siapapun terkait pihak yang mengirim miras tersebut.

“Ketika mengantar, ‘Ini buat adik-adik setelah pulang aksi kalian minum buat malam istirahat. Tidak boleh kasih tahu siapa-siapa kalau ini dari Ibu’,” kata Abraham menirukan ucapan Christiati.

Baca Juga : Polisi Sebut Kondisi di Papua Berangsur Kondusif

Kardus itu kemudian dibawa ke lokasi aksi di Gedung Sate. Aliansi Mahasiswa Papua menolak pemberian miras tersebut dan mengembalikannya ke aparat kepolisian.

“Tim konsumsi melihat minuman begitu, langsung antar ke tempat aksi,” ujar Abraham.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional28 September 2026 12:05
Direksi dan Komisaris PJM Tinjau Kesiapan Operasional STS Nipa
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) melakukan Management Walkthrough di Pulau Nipa, Kepulauan Riau ...
Pendidikan28 September 2026 11:34
Pegadaian Bantu Perlengkapan Sekolah bagi Anak Berprestasi di Barrang Lompo
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulselbarra Maluku menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak berprestasi dan kurang mampu di SDI Barrang Lompo...
Kesehatan28 September 2026 10:42
World Heart Day 2026, Bukit Baruga Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Jantung Gratis
Memperingati World Heart Day 2026, Bukit Baruga berkolaborasi dengan Primaya Hospital Hertasning menggelar pemeriksaan dan edukasi kesehatan jantung b...
OPD28 September 2026 09:23
PDIP Dorong APBD Perubahan Makassar Lebih Berpihak pada Warga
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Makassar meminta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 diarahkan u...